Taklukkan MU 2-1, Liverpool Akhiri Paceklik

Kompas.com - 13/09/2008, 20:54 WIB

LIVERPOOL, SABTU - Ryan Babel membuat publik Anfield bersorak kegirangan. Pemain yang baru masuk pada menit ke-71 itu hanya perlu waktu enam menit di dalam lapangan untuk mencetak gol yang membuat Liverpool unggul 2-1 atas Manchester United.

Babel yang masuk menggantikan Alberto Riera sukses meneruskan umpan Dirk Kuyt. Tanpa kawalan dari para pemain belakang MU, pemain asal Belanda tersebut melepaskan tendangan ke pojok kanan atas gawang tanpa bisa dihalau Edwin Van der Sar.

Ini tentu saja akan menjadi kemenangan yang sangat indah bagi The Reds, karena jika bisa mempertahankan situasi tersebut maka mereka mengakhiri pacekliknya. Karena, dalam tujuh pertemuan terakhir dengan The Red Devils di ajang Premier League, Liverpool tak pernah menang.

Di sisi lain, donasi tiga angka dari duel bertajuk bigmatch ini membuat Liverpool untuk sementara memimpin klasemen sementara Premier League dengan total poin 10. Mereka unggul tiga angka dari Chelsea yang baru akan bermain melawan tuan rumah Manchester City.

Saat peluit kick-off berbunyi, duel yang berlangsung di Anfield, Sabtu (13/9), berlangsung dalam tempo tinggi. MU bermain lebih agresif untuk mencetak gol lebih dulu.

Benar saja, pada menit ketiga Tevez sudah membuat "Setan Merah" unggul 1-0. Dimitar Berbatov menjadi otak gol cepat itu.

Striker yang digaet dari Tottenham Hotspur pada 1 September tersebut melakukan penetrasi dari sektor kanan sebelum melepaskan umpan datar ke mulut gawang. Tevez yang bergerak dari belakang sehingga tidak mendapat kawalan, dengan sempurna mengarahkan bola ke sisi kiri gawang tanpa bisa dihalau Pepe Reyna.

Unggul cepat itu membuat semangat para MU semakin bergelora. Sementara itu, The Reds yang tak diperkuat dua pilar utama yang masih duduk di bangku cadangan, Steven Gerrard dan Fernando Torres, belum menemukan celah untuk membongkar pertahanan The Red Devils.

Tetapi memasuki menit ke-13, Liverpool mulai memberikan tekanan yang hebat dan mendapat sebuah peluang emas. Edwin van der Sar nyaris membuat membuat blunder karena tak sempurna menepis bola tendangan pojok.

Karena, usahanya tersebut tidak dilakukan dengan baik. Saat menepisnya, bola justru jatuh ke kaki Kuyt yang langsung melepaskan tendangan keras. Beruntung, Van der Sar cepat bereaksi karena bisa menahan bola tendangan keras Kuyt dari jarak dekat.

Pada menit ke-26, Liverpool menuai hasilnya setelah Wes Brown melakukan gol bunuh diri. Gol tersebut berawal dari tendangan bebas di sektor kiri pertahanan MU.

Bola diarahkan ke mulut gawang dan sempat membentur salah satu pemain belakang MU. Si kulit bundar pun bergerak ke mulut gawang dan memaksa Van Der Sar menepis. Sialnya, bola halauan Van Der Sar justru mengenai Brown dan memantul ke dalam gawang. Skor pun menjadi 1-1 yang bertahan sampai jeda.

Di babak kedua, manajer Rafael Benitez melakukan sejumlah penggantian pemain, termasuk memainkan Gerrard. Alhasil, "si Merah" yang mendapat dukungan penuh dari puluhanribu Liverpudlians mulai menguasai jalannya pertandingan.

Puncak penampilan anak-anak Merseyside itu terjadi pada menit ke-77, ketika Babel mengoyak jala Edwin van der Sar. Gol itu berawal dari usaha Javier Mascherano yang menahan bola agar tak meninggalkan lapangan pertandingan.

Kuyt yang berada di dekat situ langsung menerima bola tersebut dan melepaskan umpan datar ke mulut gawang. Seperti yang terjadi ketika Tevez membuat gol bagi MU, Babel pun muncul dari belakang dan tidak mendapat pengawalan, sehingga dia dengan mudah melepaskan tembakan ke pojok kanan atas.

Keunggulan itu membuat Liverpool semakin bergairah dan menguasai jalannya pertandingan. Hal tersebut membuat para pemain MU frustrasi dan cenderung bermain keras.

Akibatnya, pada menit ke-90 Nemanja Vidic melakukan pelanggaran terhadap Xavi Alonso sehingga wasit langsung mengganjarnya dengan kartu merah. Bermain dengan 10 orang di dalam waktu yang sangat singkat itu membuat impian MU untuk mengejar ketinggalan menjadi sirna dan mereka akhirnya kalah 1-2.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau