TPM: Hadirkan Adnan Buyung dan Yenny Wahid

Kompas.com - 15/09/2008, 18:12 WIB

JAKARTA, SENIN - Tim Pembela Muslim (TPM) sebagai kuasa hukum Munarman, terdakwa insiden Monas 1 Juni 2008, meminta Jaksa Penuntut Umum menghadirkan sejumlah tokoh untuk menjadi saksi dalam sidang lanjutan Munarman pada Senin depan. Hal ini disampaikan salah satu kuasa hukum Munarman, Egi Sudjana, seusai sidang lanjutan Munarman di PN Jakarta Pusat, Senin (15/9).

Nama-nama tokoh yang diminta untuk dihadirkan itu adalah Adnan Buyung Naution, Yenni Zanubah Wahid, Asmara Nababan, Fadjroel Rachman, Goenawan Muhammad, Marsilam Simanjuntak, Ratna Sarumpaet, dan Rizal Malarangeng.

Menurut Egi, nama-nama ini merupakan aktor intelektual di balik insiden Monas 1 Juni. Nama-nama mereka tercatat dalam sebuah undangan publik tertanggal 10 Mei 2008 yang dilansir oleh sebuah surat kabar pada tanggal 26 Mei 2008. "(Mereka) mengundang untuk menghadiri ke Monas yang dalam pengantarnya itu berkata 'hadirilah karena ada kelompok yang mau melakukan kekerasan dan dihimbau kepada semuanya untuk tidak takut. Nah, menurut kami, ini adalah pemicu terjadinya kerusuhan sebagaimana yang pernah dilansir Kapolri di DPR bahwa AKKBB-lah pemicunya," ujar Egi.

Ketika ditanyakan apakah nama mereka sebagai pengundang atau deklarator, Egi menjelaskan berdasarkan undangan dari surat kabar tersebut, delapan nama itu berstatus pengundang. Menurut Egi pula, mereka memiliki aktivitas yang berseberangan dan anti dengan Islam. Dalam undangan itu sebenarnya terdapat total 289 nama, termasuk juga KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di dalamnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau