Minyak Melorot 5 Dollar AS

Kompas.com - 16/09/2008, 07:46 WIB

NEW YORK, SENIN - Harga minyak mentah jatuh, pada perdagangan Senin (15/9) waktu setempat, di tengah kegelisahan pasar setelah bank investasi Wall Street, Lehman Brothers, bangkrut dan perkembangan finansial memicu kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi AS.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Oktober, turun tajam 5,47 dollar menjadi ditutup pada 95,71 dollar AS per barrel.
  
Sementara di London, minyak mentah Brent  untuk pengiriman Oktober jatuh 5,20 dollar AS menjadi mantap pada 92,38 dollar AS per barrel.

Dalam perdagangan harian, harga minyak light sweet sempat mencapai posisi terendah 94,13 dollar AS di New York  dan 91,17 dollar AS di London, level terendah mereka sejak Februari.

Pasar-pasar finansial tertekan setelah bank investasi AS Lehman Brothers  mengajukan pailit atau bangkrut pada Senin, setelah gagal filed mendapatkan pembeli. Bank tertua di Wall Street ini jatuh menyusul kerugian  sehubungan dengan krisis kredit perumahan AS (subprime) dan merosotnya pasar perumahan.

Sinyal lain dari mendalamnya krisis  kredit terkait perumahan, Bank of America mengumumkan pembelian saham  Merrill Lynch seharga 50 miliar dollar AS yang memukul icon Wall Street.

Di sektor asuransi, para investor melarikan diri dari American International Group di tengah kecemasan raksasa asuransi AS itu akan menjadi domino berikutnya dalam krisis perbankan yang memburuk untuk mengguncang Wall Street sejak terjadi Great Depression di AS.

AIG, membebani dengan racun derivatif berbasis mortgage dan menghadapi ancaman penurunan peringkat, dilaporkan telah meminta bantuan dana talangan kepada Federal Reserve AS sebesar 40 miliar dollar, menurut New York Times.

Federal Reserve AS mengatakan telah menyetujui untuk menyuntikkan dana segar 70 miliar dollar AS ke dalam pasar-pasar keuangan  di tengah kekacauan pasca kebangkrutan raksasa Wall Street, Lehman Brothers.

The Fed bersama Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) memompakan miliaran dollar AS ke dalam pasar-pasar keuangan  dalam upaya  menjamin kecukupan likuiditas. "Pengajuan oleh Lehman Brothers untuk perlindungan kebangkrutan ketika tidak ada  bantuan dari pemerintah federal dan pengambilalihan Merrill Lynch oleh Bank of America memperdalam kekhawatiran tentang ekonomi global dan itu berpengaruh terhadap permintaan energi," kata John Kilduff, analis pada MF Global.

"Sementara penjualan (di pasar minyak) tidak perlu berhubungan langsung terhadap kegagalan Lehman, di sana tentu tampak menjadi preferensi untuk aset-aset yang lebih likuid yang merepresentasikan  sebuah safe haven (tempat berlindung yang aman)," kata dia.

"Badai kegagalan dari Lehman Brothers kelihatannya telah berdampak ke pasar minyak lebih banyak daripada Badai Ike," tambah  Kilduff.

Harga minyak juga digangsir oleh beruta bahwa Topan Ike telah mengakibat kerusakan pada anjungan minyak di Teluk Meksiko yang  lebih kecil daripada yang dikhawatirkan. Para pejabat AS mengatakan bahwa Ike, yang menerjang pesisir Teluk pada Sabtu, telah merusak sekitar 10 anjungan minyak di teluk Meksiko, dimana instalasi energi utama berada.

"Penilaian awal, disana tidak terjadi kerusakan struktural terhadap infrastruktur minyak dan pengilangan," kata David Moore, seorang analis komoditi Commonwealth Bank of Australia yang berbasis di Sidney.

Harga telah minyak turun lebih dari sepertiganya dari rekor tertinggi di atas 147 dollar AS yang tercapai pada Juli, karena meningkatnya pesimistis tentang melemahnya permintaan energi di tengah sinyal penurunan pelambatan ekonomi global.

Berita bahwa kelompok militan telah menyerang sebuah fasilitas  Shell di selatan wilayah Delta, Nigeria, sehari setelah  kelompok bersenjata tersebut  menyatakan sebuah "perang minyak"  hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap pasar minyak. Pergerakan untuk Emansipasi  Delta Niger (MEND), kelompok militan terkemuka  di kawasan penghasil minyak itu, mengatakan telah menghancurkan stasiun aliran minyak  Royal Dutch Shell, Alakiri, di selatan negara bagian Rivers.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau