Satu Lagi Korban Pasuruan Kritis

Kompas.com - 16/09/2008, 12:27 WIB

PASURUAN, SELASA - Korban kritis dalam insiden pembagian zakat berujung maut di Pasuruan bertambah satu orang. Sofiyatun (22), warga Desa Kepel Krajan, Pasuruan, harus masuk ruang ICU setelah denyut nadinya melemah dan mengeluh sesak napas. Korban kritis lainya bernama Wajinah.

Menurut Markani, paman Sofiyatun, kondisi keponakannya sempat membaik. Ia bahkan terlihat sehat ketika menerima kunjungan calon gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dini hari tadi. "Ternyata denyut nadinya melemah pagi ini. Ia mengeluh dadanya sangat sesak," kata Markani.

Tim perawat sempat panik setelah mendapat laporan Markani perihal kondisi kesehatan keponakannya. Pasalnya, korban terlihat sangat lemas. Perawat pun bergegas membawa korban ke ruang ICU sekitar pukul 09.30. Seorang perawat bernama depan Umi membenarkan kondisi Sofiyatun mengkhawatirkan sehingga wajib dimasukkan ke ruang perawatan khusus.

Selain dua korban di ICU, tercatat sembilan korban lain masih dirawat
di ruang bedah RSUD Dr Soedarsono. Rata-rata korban menderita luka di dada akibat terinjak-injak saat menunggu giliran pembagian zakat dari H Saikhon di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Pasuruan, Senin (15/9) pagi. Sebanyak 21 korban tewas dalam insiden memilukan itu. rey

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau