Livni, Mantan Agen Mossad, Gantikan Olmert

Kompas.com - 18/09/2008, 12:56 WIB

YERUSALEM, KAMIS — Menlu Israel Tzipi Livni terpilih menggantikan Perdana Menteri (PM) Ehud Olmert sebagai ketua partai berkuasa, Kadima. Livni, seorang mantan agen Mossad tapi beraliran moderat, unggul tipis 1,1 persen dari pesaing utamanya, mantan Menteri Pertahanan Shaul Mofaz.

"Tanggung jawab nasional kepada publik membawa saya mendapatkan tugas ini dengan rasa hormat luar biasa," kata Livni, beberapa saat setelah hasil pemilihan diumumkan, Kamis (18/9). Livni mempunyai waktu 42 hari ini membentuk pemerintahan koalisi baru. Jika berhasil, dia akan menjadi wanita Israel pertama sebagai perdana menteri sejak Golda Meir yang turun pada 1974. Jika Livni gagal, pemerintah akan melaksanakan pemilu awal 2009.

Olmert yang mundur sebagai ketua partai karena terkait kasus dugaan korupsi tetap menjadi pemimpin sementara sampai parlemen menyetujui kabinet baru. Juru bicara Olmert, Mark Regev, mengatakan, bosnya menelepon Livni dan mengucapkan selamat atas kemenangannya. Menurut Regev, Olmert akan memberitahu kabinet, Minggu (21/9), bahwa dia mundur. "Setelah itu dia akan mundur," kata Regev.

Livni pernah menjadi pengacara top. Ia berpangkat letnan di militer Israel saat menjadi agen Mossad dan bertugas di Paris pada usia 20-an tahun. Sejumlah laporan menyebutkan, dia aktif terlibat perburuan teroris di Eropa.

Kedua orangtuanya adalah anggota kelompok Irgun, yakni organisasi Yahudi garis keras yang meledakkan markas Mandat Inggris di King David Hotel pada 1946. Livni kini menjadi ketua tim negosiasi untuk pembentukan dua negara merdeka dengan para pemimpin Palestina di Ramallah. Ny Livni menikahi seorang eksekutif perusahaan iklan dan dikarunia dua anak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau