SEOUL, KAMIS - Korea Selatan seharusnya tidak lagi mempermasalahkan laporan tentang pemimpin Korea Utara Kim Jong Il yang terserang stroke karena tindakan ini dapat memicu amarah Korea Utara dan menciderai hubungan bilateral kedua negara. Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Ha-joong yang bertanggungjawab dalam menjaga hubungan dengan Korea Utara menerangkan perbincangan tentang kondisi kesehatan Kim Jong Il dapat mengobarkan permusuhan di antara kedua Korea.
Korea Selatan selama ini terus mengangkat laporan tentang kondisi kesehatan Kim Jong Il meskipun Pyonyang membantah penurunan kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara itu."Secara khusus, laporan tentang kemungkinan pingsannya Kim Jong Il akibat terserang stroke dapat memperburuk hubungan Korea Utara dan Selatan serta tidak kondusif terhadap kepentingan nasional," jelas Kim Ha-joong dalam keterangannya ke parlemen di Seoul.
Pernyataan Kim Ha-joong ini disampaikan setelah media Korea Selatan mengkritik pemerintah Seoul yang mengeluarkan laporan intelijen mengenai kondisi kesehatan Kim Jong Il. Menurut media Korea Selatan, laporan tersebut dapat membocorkan keberadaan informan intelijen dan mengungkap cara Korea Selatan mengumpulkan informasi sensitif mengenai Korea Utara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang