Dua Oknum TNI Terlibat Perampokan di Inderagiri Hilir

Kompas.com - 19/09/2008, 16:45 WIB

PEKANBARU, JUMAT - Polda Riau membekuk seorang anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam aksi perampokan bersenjata api. Kapolda Riau Brigjen Pol Hadiatmoko kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat mengatakan, anggota TNI tersebut bernama Surisman dengan pangkat Kopral Satu (Koptu) yang hingga kini masih aktif bertugas di Kodim Sorolangun, Jambi.
      
Sedangkan satu tersangka, yang juga anggota TNI bernama Ismail dan berpangkat Kopral Kepala (Kopka), hingga kini masih buron. Hadiatmoko menjelaskan, dua anggota TNI tersebut bersama tujuh perampok lainnya terlibat aksi perampokan pengusaha kopra di Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat lalu (12/9), dan berhasil menggondol uang tunai sebesar Rp480 juta.  
    
"Tersangka dari TNI sudah diserahkan ke Denpom Riau," ujar Kapolda. Ia menjelaskan, Koptu Surisman diringkus bersama dua kawanan perampok lainnya yang bernama Erwin dan Hendro di Pekanbaru, Sabtu lalu (13/9).
     
Dalam pengembangan kasus, polisi berhasil pula menangkap aktor intelektual perampokan yakni Ambo Nini alias Pak Cik, tak lama setelah penangkapan pertama.
      
Pak Cik merupakan warga Indragiri Hilir yang menyewa kawanan tersebut untuk melakukan perampokan. "Tampaknya ini bukan aksi mereka yang pertama kali karena mereka bergerak sangat cepat," katanya.

Sedangkan, Kopda Ismail bersama lima tersangka lainnya yakni Rudi alias Rudianto pincang, Dedi, Oddeng, dan Sukir alias Jemma masih buron. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa satu senapan Mitraliur I DG 23 dan satu pistol FN, dua magazen, 68 butir peluru, enam hand phone dan uang tunai Rp103 juta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau