17 Kesalahan Pria Saat Jatuh Cinta

Kompas.com - 20/09/2008, 11:25 WIB

JAKARTA, SABTU — Berbagai tindakan mudah dilakukan oleh pria ketika jatuh cinta. Namun, mereka tak sadar telah melakukan permainan yang salah. Sayangnya, para pria sering tak sadar karena sebagian besar mereka melakukannya. Mengapa tindakan-tindakan yang sering dilakukan itu tidak pada tempatnya?

Menurut instruktur romansa pria dari Hitman System, Jet Veetlev, ada tiga fase dalam kehidupan cinta manusia, yaitu fase prahubungan, fase hubungan, dan pascahubungan. Tindakan-tindakan yang biasa dilakukan pria ketika jatuh cinta harusnya adalah tindakan-tindakan di fase prahubungan. Namun, budaya sekarang menunjukkan tindakan-tindakan pada fase hubunganlah yang dilakukan dalam fase PDKT (prahubungan).

Dalam Mega Seminar 2008 bertajuk Pria, Cinta dan Petualangan di Jakarta, Sabtu (20/9), Jet menuturkan, 15 tindakan, yang dianggap permainan, yang tidak pada tempatnya dilakukan pria saat PDKT.

1. SMS si cewek berlebihan. Kalau tidak tiga kali sehari, ya tujuh kali sehari. Jika tidak dibalas, cowok biasanya berulang kali mengecek folder sent items atau mengirimkan kembali SMS kepada si cewek untuk bertanya apakah dia telah menerima SMS-nya tadi.

2. Menyogok si cewek dengan terus berusaha mengajak makan malam, membelikan ini itu, bahkan yang tergolong mahal.

3. Rela menunggu jarum jam menunjuk angka 12 saat ulang tahunnya supaya menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat.

4. Menjadi (sok) romantis dan sangat melankolis, seperti memberi bunga, menuliskan puisi, dan mendengarkan lagu-lagu mellow.

5. Superperhatian

6. Berupaya menyiapkan segala sesuatu yang superspesial, yang cowok lain tak pernah lakukan, seperti menyiapkan sebuah CD yang berisi lagu-lagu kesukaannya atau membelikan boneka yang dia suka.

7. Menjadi Yes Man, sulit berkata tidak ke cewek tersebut.

8. Berani (nekat) membatalkan kegiatan dengan teman-teman nongkrong, bahkan keluarga sendiri, untuk menemani gebetan/pacar dalam kegiatannya.

9. Curhat tak berhenti.

10. Terlalu banyak berpikir hingga sering berpikir negatif terhadap diri sendiri, apalagi jika si cewek tak membalas SMS kita.

11. Berusaha menyukai dan melakukan kegiatan dan kesukaan si cewek, bahkan rela meninggalkan kebiasaan demi kemauan si cewek. "Misalnya, meninggalkan hobi olahraga atau grup band kita atas permintaan dia," ujar Jet.

12. Menjadi terlalu sopan, baik cara duduk, cara makan, penggunaan bahasa sehari-hari, dan nada suara di telepon. Intinya, jaim! Kita tidak menjadi diri kita sendiri.

13. Menjadi super gentleman

14. Membadut, membiarkan diri menjadi bahan lelucon.

15. Cari tahu soal kesukaan dan kepribadian si cewek dari teman dekat atau anggota keluarganya.

16. Merancang games 'Kakak-Adik'. Menempatkan diri sebagai kakak dan si cewek sebagai adik. Padahal bukan jaminan, hati si cewek akan terpaut pada kita.

17. Takut terlihat mengejar cewek lain.

Jet mengatakan, 17 permainan ini tidak tepat karena bagaimanapun cewek menyukai keromantisan, cewek menaruh perhatiannya kepada seorang pria dengan kepribadian yang disukainya. "Bukan dengan tindakan-tindakan romantismu," ujar Jet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau