KARAWANG, SABTU - Sejumlah warga Karawang yang bertempat tinggal atau berada di sekitar ruas jalan menuju jalur pantai utara (Pantura), mulai bersiap-siap mendirikan warung kecil yang terbuat dari bambu, menjelang arus mudik Idul Fitri 1429 Hijriyah mendatang.
Selain untuk meraup untung, hal tersebut juga bertujuan untuk mempermudah para pemudik beristirahat sambil makan dan minum atau berjajan dengan harga murah meriah di sekitar jalur Pantura. "Ya, saya sedang membangun warung untuk persiapan arus mudik nanti," kata Suhamdan (52), warga Jatisari, Karawang Sabtu.
Ia mengaku selalu membuka warung kecil di sisi jalur Pantura setiap tahun pada masa musim mudik, karena keuntungannya lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk di antaranya untuk memenuhi kebutuhan lebaran.
Pada arus mudik Idul Fitri 1429 Hijriyah ini merupakan tahun ke lima dirinya berjualan makanan dan minuman dengan cara membuka warung kecil di sisi jalur Pantura.
Sementara itu warga Sukamandi, Kabupaten Subang, Amin (37), mengaku hanya iseng berjualan makanan dan minuman dengan cara mendirikan warung kecil di sisi jalan Pantura. "Kalau bicara keuntungan, tidak terlalu besar. Ini hanya mengisi waktu luang saja," katanya.
Dari jalur Pantura wilayah Karawang (Jatisari-Cikalong-Gamon) dan jalur Pantura wilayah Subang (Patokbeusi-Sukamandi-Ciasem, Pamanukan), masyarakat yang sedang membangun warung kecil di sisi jalur Pantura itu tidak berada di wilayah Karawang saja.
Warga Subang pun banyak yang sedang membangun warung kecil di sisi jalur Pantura. Diperkirakan, terdapat ratusan warung kecil yang kini sedang dibangun di sisi jalur Pantura wilayah Karawang (Jatisari-Cikalong-Gamon) dan jalur Pantura wilayah Subang (Patokbeusi-Sukamandi-Ciasem, Pamanukan).