Awas Jalur Jalintim Dari Lampung dan Jambi, Rawan Penjahat!

Kompas.com - 23/09/2008, 20:21 WIB

PALEMBANG, SELASA - Pemudik yang akan melewati wilayah Sumatera Selatan melalui jalintim dari arah Lampung maupun dari arah Jambi dihimbau berhati-hati karena wilayah tersebut rawan kriminalitas misalnya perampokan.

Daerah yang rawan terletak di perbatasan Jambi-Sumsel di Kabupaten Musi Banyuasin dan perbatasan Lampung-Sumsel di Kabupaten Ogan Komering Ilir .

Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumsel Brigadir Jenderal Ahmad Ismail melalui Direktur Lalu Lintas Komisaris Besar Bambang Santoso, Selasa (23/9) di sela gelar pasukan Operasi Ketupat Musi 2008.

Bambang tidak bersedia menyebutkan titik-titik rawan tersebut, namun Bambang memastikan di setiap lokasi yang rawan kriminalitas sudah ditempatkan anggota polisi. Bambang mengatakan, para petugas di posko simpatik di wilayah Polda Sumsel telah dilengkapi perlengkapan yang memungkinkan pemudik melakukan perjalanan pada malam hari.

Saat ditanya tentang penerjunan para penembak jitu (sniper), Bambang mengatakan hal itu bukan wewenang polisi lalu lintas. Namun, sebelumnya Kepala Polda Sumsel Inspektur Jenderal Ito Sumardi mengatakan penerjunan penembak jitu di daerah rawan kriminalitas belum perlu.

Operasi Ketupat Musi 2008 di Sumsel berbeda dengan operasi ketupat sebelumnya karena warga Sumsel baru saja melaksanakan Pilkada gubernur. Potensi konflik pascapilkada yang bersamaan dengan arus mudik menjadi perhatian kepolisian.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau