Arus Mudik Mulai Meningkat

Kompas.com - 23/09/2008, 22:14 WIB

CIKAMPEK, SELASA- Menjelang pukul 21.00 Selasa (23/9) malam ini mulai terjadi peningkatan arus mudik dari arah Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pantauan Radio Sonora di Simpang Jomin, Cikampek, rata-rata kendaraan yang melintas antara 25-30 kendaraan per menit, baik bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun kendaraan pribadi. Dalam kondisi normal, lalu lintas di Simpang Jomin hanya 15-20 kendaraan per menit.

Bus-bus yang melintas di Simpang Jomin umumnya terpantau penuh penumpang, sementara untuk kendaraan pribadi sudah banyak yang menempatkan barang bawaan di atap kabinnya.

Mengenai pemudik bersepeda motor, sejumlah warga sekitar Simpang Jomin menyebutkan, sejak kemarin juga sudah mulai meningkat. Pemudik biasanya melintas di Jomin pada pagi hari, antara pukul 05.00-07.00. Mereka umumnya berboncengan lebih dari dua orang, dengan bawaan banyak di bagian belakang dan depan sepeda motornya.

Rawan macet di Tol

Mengenai kondisi jalan tol Jakarta-Cikampek, para pemudik diimbau untuk mewaspadai kemacetan di Km 34, tepatnya di sekitar Cikarang. Di sana masih ada penyempitan badan jalan dari empat lajur menjadi tiga lajur.

Sekitar pukul 17.30 tadi, misalnya, antrean sudah terjadi sekitar 3 sampai 4 kilometer. (SONORA/Jumar Sudijana)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau