MUDIK Lebaran, atau pulang kampung menjelang Idul Fitri, mulai mengalami pergeseran makna saat ini. Mudik tak lagi sekadar pulang kampung untuk bertemu keluarga yang telah lama tak dijumpai, melainkan sebagai ajang pelesiran.
Dulu, mudik cenderung dilakukan dengan naik angkutan umum, seperti bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Kemudian beralih naik mobil pribadi atau mobil sewaan beramai-ramai, baik dengan keluarga, sanak famili, maupun tetangga.
Yang paling mutakhir adalah mudik naik sepeda motor. Trennya saat ini terus meningkat. Bahkan, Harian Warta Kota mengorganisasi pemudik bersepeda motor sejak tahun 2006. Tahun 2008, untuk ketiga kalinya surat kabar regional terbesar ini menggelar acara yang sama.
Bedanya dengan acara Mudik Bareng Honda tahun-tahun sebelumnya adalah mudik bersepeda motor khusus Honda kali ini digelar di tiga kota secara serempak. Pemberangkatan dilakukan pada 26 September besok dari Jakarta, Surabaya, dan Bandung dengan tujuan Yogyakarta, pada pukul 04.00.
Kegiatan ini hasil kerja bareng Harian Warta Kota, Kompas, Tribun Jabar, Surya, Radio Sonora, dan Astra Honda Motor. Acara bertema "Pulang ke Kotaku". Diperkirakan acara ini akan diikuti oleh lebih dari 3.000 orang.
Dari jumlah itu ternyata sebagian besar mengaku ikut serta bukan sekadar bertujuan pulang kampung, tetapi lebih pada plesiran. Yang menarik, tak sedikit peserta yang non-Muslim alias tidak merayakan hari Lebaran. Mereka ikut serta karena ingin merasakan bagaimana nikmatnya mudik naik motor bersama-sama pengendara lain.
"Ini pertama kalinya saya ikut Mudik Bareng Honda. Saya memanfaatkan momentum ini untuk mengisi liburan kuliah," kata Irman Pasaribu (22), warga Jalan Pejuang Raya, Bekasi, saat mendaftar acara Mudik Bareng Honda di kantor Warta Kota, Jalan Hayam Wuruk No 122, Jakarta Barat, Rabu (25/9) siang.
Irman akan menempuh perjalanan Jakarta-Yogyakarta sepanjang sekitar 610 kilometer bersama lima temannya dari kampus Universitas Kristen Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia Mudik Bareng Honda 2008, Christina MS Indiarti, mengimbau kepada peserta agar mempersiapkan kendaraan sebaik-baiknya, termasuk mempersiapkan dokumen kendaraannya. "Taati pula aturan main yang ada agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan di perjalanan. Kami berharap semua peserta sampai ke tempat tujuan dengan selamat," katanya.
Sampai saat ini, jumlah peserta yang terdaftar adalah 3.014 orang, terdiri dari 1.625 orang dari Jakarta, 562 orang dari Bandung, 577 dari Surabaya, dan 250 dari Semarang.
Sekarang, masih ada sekitar 20 jam lagi sebelum berangkat. Pergunakan waktu itu semaksimal mungkin untuk mempersiapkan semuanya. Semoga selamat sampai tujuan...