Lebaran Sambil Pelesir

Kompas.com - 25/09/2008, 07:18 WIB

MUDIK Lebaran, atau pulang kampung menjelang Idul Fitri, mulai mengalami pergeseran makna saat ini. Mudik tak lagi sekadar pulang kampung untuk bertemu keluarga yang telah lama tak dijumpai, melainkan sebagai ajang pelesiran.
 
Dulu, mudik cenderung dilakukan dengan naik angkutan umum, seperti bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Kemudian beralih naik mobil pribadi atau mobil sewaan beramai-ramai, baik dengan keluarga, sanak famili, maupun tetangga.
 
Yang paling mutakhir adalah mudik naik sepeda motor. Trennya saat ini terus meningkat. Bahkan, Harian Warta Kota mengorganisasi pemudik bersepeda motor sejak tahun 2006. Tahun 2008, untuk ketiga kalinya surat kabar regional terbesar ini menggelar acara yang sama.
 
Bedanya dengan acara Mudik Bareng Honda tahun-tahun sebelumnya adalah mudik bersepeda motor khusus Honda kali ini digelar di tiga kota secara serempak. Pemberangkatan dilakukan pada 26 September besok dari Jakarta, Surabaya, dan Bandung dengan tujuan Yogyakarta, pada pukul 04.00.
 
Kegiatan ini hasil kerja bareng Harian Warta Kota, Kompas, Tribun Jabar, Surya, Radio Sonora, dan Astra Honda Motor. Acara bertema "Pulang ke Kotaku". Diperkirakan acara ini akan diikuti oleh lebih dari 3.000 orang.
 
Dari jumlah itu ternyata sebagian besar mengaku ikut serta bukan sekadar bertujuan pulang kampung, tetapi lebih pada plesiran. Yang menarik, tak sedikit peserta yang non-Muslim alias tidak merayakan hari Lebaran. Mereka ikut serta karena ingin merasakan bagaimana nikmatnya mudik naik motor bersama-sama pengendara lain.
 
"Ini pertama kalinya saya ikut Mudik Bareng Honda. Saya memanfaatkan momentum ini untuk mengisi liburan kuliah," kata Irman Pasaribu (22), warga Jalan Pejuang Raya, Bekasi, saat mendaftar acara Mudik Bareng Honda di kantor Warta Kota, Jalan Hayam Wuruk No 122, Jakarta Barat, Rabu (25/9) siang.
 
Irman akan menempuh perjalanan Jakarta-Yogyakarta sepanjang sekitar 610 kilometer bersama lima temannya dari kampus Universitas Kristen Indonesia.
 
Sementara itu, Ketua Panitia Mudik Bareng Honda 2008, Christina MS Indiarti, mengimbau kepada peserta agar mempersiapkan kendaraan sebaik-baiknya, termasuk mempersiapkan dokumen kendaraannya. "Taati pula aturan main yang ada agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan di perjalanan. Kami berharap semua peserta sampai ke tempat tujuan dengan selamat," katanya.
 
Sampai saat ini, jumlah peserta yang terdaftar adalah 3.014 orang, terdiri dari 1.625 orang dari Jakarta, 562 orang dari Bandung, 577 dari Surabaya, dan 250 dari Semarang.
 
Sekarang, masih ada sekitar 20 jam lagi sebelum berangkat. Pergunakan waktu itu semaksimal mungkin untuk mempersiapkan semuanya. Semoga selamat sampai tujuan...

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau