BANDAR LAMPUNG, KAMIS - Memasuki H-6 Lebaran, arus mudik yang turun di Terminal Induk Rajabasa masih normal. Para pemudik belum memenuhi terminal yang mejadi sentral angkutan dari Bandar Lampung ke seluruh wilayah di Lampung tersebut.
Pemantauan Kompas, Kamis (25/9) di Terminal Induk Rajabasa menunjukkan, bus-bus antar kota dalam provinsi (AKDP) trayek Pelabuhan Bakauheni-Terminal Induk Rajabasa belum terlalu sibuk. Bus-bus yang memasuki terminal terlihat tidak disesaki penumpang. Kondisi demikian juga terjadi pada bus-bus yang menuju Pelabuhan Bakauheni dari Terminal Induk Rajabasa.
Para penumpang terlihat satu per satu memenuhi bus. Sebelum bus penuh, petugas keberangkatan sudah memberangkatkan bus.
"Kondisi masih normal. Pemudik belum terlalu memadati terminal," ujar Kepala Terminal Induk Rajabasa Ruslan Roni, Kamis (25/9).
Hal itu terlihat pada kedatangan pemudik pada H-7. Berdasarkan catatan pos induk Terminal Induk Rajabasa, pada Rabu (24/9) pukul 08.00 hingga Kamis (25/9) pukul 08.00 jumlah penumpang yang berangkat ke Pelabuhan Bakauheni dan kota-kota lain di Lampung sebanyak 2.594 orang dengan menggunakan 121 bus AKDP.
Sedangkan penumpang bus yang turun di Terminal Induk Rajabasa tercatat sebanyak 3.168 orang dengan menggunakan 146 unit bus AKDP dan AKAP. Total bus yang digunakan sebanyak 267 unit bus dan penumpang yang datang serta berangkat sebanyak 5.762 orang.
Pada arus mudik H-6, Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu melakukan tinjauan kesiapan angkutan Lebaran di Terminal Induk Rajabasa. Menurut Syamsurya, pemudik yang turun di terminal induk tersebut tidak perlu takut.
"Penumpang bus yang turun di terminal Rajabasa tidak perlu khawatir. Petugas keamanan siap menjaga keamanan dan keselamatan penumpang," ujar Syamsurya.
Berdasarkan catatan pengelola terminal, Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Bandar Lampung mengerahkan 91 personil untuk mengamankan terminal. Dalam tugasnya, polisi tersebut terbagi atas petugas berseragam dan berpakaian preman.
"Mereka ditempatkan di empat posko penjagaan yang kami siapkan di terminal," ujar Ruslan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang