Terminal Rajabasa Lampung Masih Normal

Kompas.com - 25/09/2008, 19:09 WIB

BANDAR LAMPUNG, KAMIS - Memasuki H-6 Lebaran, arus mudik yang turun di Terminal Induk Rajabasa masih normal. Para pemudik belum memenuhi terminal yang mejadi sentral angkutan dari Bandar Lampung ke seluruh wilayah di Lampung tersebut.

Pemantauan Kompas, Kamis (25/9) di Terminal Induk Rajabasa menunjukkan, bus-bus antar kota dalam provinsi (AKDP) trayek Pelabuhan Bakauheni-Terminal Induk Rajabasa belum terlalu sibuk. Bus-bus yang memasuki terminal terlihat tidak disesaki penumpang. Kondisi demikian juga terjadi pada bus-bus yang menuju Pelabuhan Bakauheni dari Terminal Induk Rajabasa.

Para penumpang terlihat satu per satu memenuhi bus. Sebelum bus penuh, petugas keberangkatan sudah memberangkatkan bus.

"Kondisi masih normal. Pemudik belum terlalu memadati terminal," ujar Kepala Terminal Induk Rajabasa Ruslan Roni, Kamis (25/9).

Hal itu terlihat pada kedatangan pemudik pada H-7. Berdasarkan catatan pos induk Terminal Induk Rajabasa, pada Rabu (24/9) pukul 08.00 hingga Kamis (25/9) pukul 08.00 jumlah penumpang yang berangkat ke Pelabuhan Bakauheni dan kota-kota lain di Lampung sebanyak 2.594 orang dengan menggunakan 121 bus AKDP.

Sedangkan penumpang bus yang turun di Terminal Induk Rajabasa tercatat sebanyak 3.168 orang dengan menggunakan 146 unit bus AKDP dan AKAP. Total bus yang digunakan sebanyak 267 unit bus dan penumpang yang datang serta berangkat sebanyak 5.762 orang.

Pada arus mudik H-6, Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu melakukan tinjauan kesiapan angkutan Lebaran di Terminal Induk Rajabasa. Menurut Syamsurya, pemudik yang turun di terminal induk tersebut tidak perlu takut.

"Penumpang bus yang turun di terminal Rajabasa tidak perlu khawatir. Petugas keamanan siap menjaga keamanan dan keselamatan penumpang," ujar Syamsurya.

Berdasarkan catatan pengelola terminal, Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Bandar Lampung mengerahkan 91 personil untuk mengamankan terminal. Dalam tugasnya, polisi tersebut terbagi atas petugas berseragam dan berpakaian preman.

"Mereka ditempatkan di empat posko penjagaan yang kami siapkan di terminal," ujar Ruslan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau