SIDOARJO, KAMIS - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops VIII Surabaya mengimbau para masinis memperlambat laju gerbong maksimal 10 kilometer/jam saat melintas di sekitar tanggul lumpur Lapindo Porong Sidoarjo, karena kondisi tanah di kawasan labil dan rawan terjadi pergeseran.
Humas KAI Daops VIII Surabaya, Sugeng Priyono di Sidoarjo, Kamis (25/9) mengatakan, imbauan ini untuk keselamatan bersama, karena jika melintas dengan kecepatan tinggi, dikhawatirkan anjlok atau bergeser, terutama saat melintas di atas tanah yang kondisinya sangat lunak.
"Imbauan ini untuk mengurangi kecepatan, bukan karena rel KA yang tidak layak pakai, melainkan kondisi tanah yang labil. Kalau kondisi rel sendiri sangat baik, tidak ada yang bengkok, hanya tanahnya yang menjadi masalah," katanya.
Sugeng menjelaskan, di kawasan semburan lumpur ada sekitar 800 meter lintasan rel yang berada di atas tanah labil, sehingga masinis harus mengurangi kecepatan sampai maksimal 10 km/jam.
Sugeng juga mengatakan, pihak KAI merencanakan meninggikan rel tersebut setelah Jalan Raya Porong ditinggikan 80 centimeter. Sedangkan, ketinggian rel nanti sekitar satu meter. "Jika tidak ditinggikan, rel akan tergenang, karena air dari jalan mengalir ke kawasan rel," katanya.
Sebelumnya rel tersebut sudah mengalami peninggian secara bertahap. Sejak awal sampai sekarang total peninggian mencapai 1,6 meter. "Saat ini sedang diusulkan rencanan peninggian untuk mengimbangi ketinggian Jalan Raya Porong," katanya.
Pantauan di lapangan, di lintasan Jalan Raya Porong truk dan trailer mulai memenuhi jalur tersebut, sehingga menimbulkan kemacetan memanjang.
Kasat Lantas Polres Sidoarjo, AKP Andi Yudianto ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan, ada kemungkinan kepadatan disebabkan truk menghindari penghentian menjelang hari raya.
Gelar pasukan
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Bambang Suranto telah membuka gelar kesiapan Satuan Tugas Karya Bhakti Kodam V/Brawijaya di wilayah semburan lumpur Lapindo.
Gelar pasukan tersebut dilakukan untuk mengetahui kesiapan pasukan yang telah lama bertugas di lokasi lumpur Lapindo sejak awal terjadinya bencana tersebut sekaligus penambahan pasukan hingga dua kali lipat.
Dalam gelar pasukan tersebut, dilakukan latihan uji protap penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi yang telah direvisi sesuai dengan perkembangan yang terjadi.
Sasaran karya bakti antara lain, pembersihan dan pengecatan rumah ibadah, sekolah, dan pembersihan lingkungan, khususnya dalam mengantisipasi datangnya Hari Raya Idul Fitri dan musim hujan. "Harapannya agar datangnya musim hujan tidak akan menambah permasalahan baru di seputar lokasi bencana lumpur Lapindo. Kami juga telah menyiapkan beberapa kapal karet," kata Bambang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang