Pembalap F1 Siapkan Kaca Helm Khusus

Kompas.com - 26/09/2008, 13:38 WIB

SINGAPURA, JUMAT - Hembusan angin kencang serta percikan air hujan, Jumat (26/9)  melanda jalanan yang akan digunakan dalam perlombaan Singapura GP. Kondisi ini tentu akan menyulitkan para pembalap yang akan melakukan latihan resmi pertama pada pukul 19.00 waktu setempat (18.00 WIB).
 
Ramalan cuaca menyebutkan, pada akhir minggu ini 50% diperkirakan hujan dan para pembalap sudah menyatakan siap menghadapi kombinasi alam antara hujan, lampu sorot dan sirkuit jalanan yang belum dicoba mereka.  "Saya kira masalah besar yang dihadapi adalah hujan sehingga akan ada pantulan cahaya dari air hujan," kata pembalap Red Bull David Coulthard, kepada wartawan. 
 
Mantan pembalap tim McLaren asal Skotalandia itu melanjutkan, kami tidak tahu seberapa besar pantulan cahaya itu. Jadi ini merupakan masalah tersulit saya kira.
 
Pembalap Sauber, Nick Heidfeld mengumandangkan apa yang ada dalam pikiran Coulthard. "Saya akan mencoba kesempatan pertama di lintasan itu, khususnya bila sedang hujan," katanya kepada wartawan.  Hujan dengan kombinasi cahaya buatan, tambahnya merupakan masalah besar yang belum diketahui dalam balapan mendatang.
 
   
Kondisi tropis 
Rekan setim Heidfeld, Robert Kubica menambahkan, masih ada beberapa pertanyaan berkaitan dengan kondisi cuaca dan dihubungkan dengan kemungkinan hujan serta situasi penerangan malam hari.  Tapi saya yakin (badan otomotif dunia) FIA sudah melakukan semua yang diperlukan untuk mengamankan balapan ini.

Pimpinan klasemen sementara, Lewis Hamilton mengatakan ia lebih memilih lintasan kering, sehingga perlombaan akan lebih "mudah".  Namun pembalap Inggris yang bandingnya ditolak FIA itu, menyatakan ia tidak khawatir denngan hujan.
 
Namun Ketua Eksekutif McLaren, Martin Whitmarsh tidak memandang mudah kondisi hujan itu.  "Bila hujan turun, ada masalah yang belum diketahui, yaitu pantulan cahaya lampu pada curah hujan. Ini bisa membuat lebih silau ketimbang cahaya biasa," ungkapnya.  Untuk menghindari ini, timnya menggunakan semacam alat pada kaca agar air tidak menumpuk. 

Pembalap Williams, Kazuki Nakajima dari Jepang, juga menyatakan kesulitan yang akan dialami mereka dari kondisi tropis di negara penyelenggara lomba F1 itu. "Kami sudah melakukan simulasi dalam persiapan kami dan menganggap sirkuit di Singapura amat kompleks, karena banyak tikungan, kendati masih cocok untuk kendaraan kami," katanya kepada wartawan.
 
   

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau