SINGAPURA, JUMAT - Hembusan angin kencang serta percikan air hujan, Jumat (26/9) melanda jalanan yang akan digunakan dalam perlombaan Singapura GP. Kondisi ini tentu akan menyulitkan para pembalap yang akan melakukan latihan resmi pertama pada pukul 19.00 waktu setempat (18.00 WIB).
Ramalan cuaca menyebutkan, pada akhir minggu ini 50% diperkirakan hujan dan para pembalap sudah menyatakan siap menghadapi kombinasi alam antara hujan, lampu sorot dan sirkuit jalanan yang belum dicoba mereka. "Saya kira masalah besar yang dihadapi adalah hujan sehingga akan ada pantulan cahaya dari air hujan," kata pembalap Red Bull David Coulthard, kepada wartawan.
Mantan pembalap tim McLaren asal Skotalandia itu melanjutkan, kami tidak tahu seberapa besar pantulan cahaya itu. Jadi ini merupakan masalah tersulit saya kira.
Pembalap Sauber, Nick Heidfeld mengumandangkan apa yang ada dalam pikiran Coulthard. "Saya akan mencoba kesempatan pertama di lintasan itu, khususnya bila sedang hujan," katanya kepada wartawan. Hujan dengan kombinasi cahaya buatan, tambahnya merupakan masalah besar yang belum diketahui dalam balapan mendatang.
Kondisi tropis
Rekan setim Heidfeld, Robert Kubica menambahkan, masih ada beberapa pertanyaan berkaitan dengan kondisi cuaca dan dihubungkan dengan kemungkinan hujan serta situasi penerangan malam hari. Tapi saya yakin (badan otomotif dunia) FIA sudah melakukan semua yang diperlukan untuk mengamankan balapan ini.
Pimpinan klasemen sementara, Lewis Hamilton mengatakan ia lebih memilih lintasan kering, sehingga perlombaan akan lebih "mudah". Namun pembalap Inggris yang bandingnya ditolak FIA itu, menyatakan ia tidak khawatir denngan hujan.
Namun Ketua Eksekutif McLaren, Martin Whitmarsh tidak memandang mudah kondisi hujan itu. "Bila hujan turun, ada masalah yang belum diketahui, yaitu pantulan cahaya lampu pada curah hujan. Ini bisa membuat lebih silau ketimbang cahaya biasa," ungkapnya. Untuk menghindari ini, timnya menggunakan semacam alat pada kaca agar air tidak menumpuk.
Pembalap Williams, Kazuki Nakajima dari Jepang, juga menyatakan kesulitan yang akan dialami mereka dari kondisi tropis di negara penyelenggara lomba F1 itu. "Kami sudah melakukan simulasi dalam persiapan kami dan menganggap sirkuit di Singapura amat kompleks, karena banyak tikungan, kendati masih cocok untuk kendaraan kami," katanya kepada wartawan.