China Kecam Percakapan Bush dan Dalai Lama

Kompas.com - 28/09/2008, 18:03 WIB

BEIJING, MINGGU - China mengecam percakapan telpon yang berlangsung pekan lalu antara Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan pemimpin spirituil Tibet di pengasingan Dalai Lama sebagai suatu sikap mencampuri urusan dalam negeri Beijing. Bush menelpon Dalai Lama untuk menyampaikan keprihatinannya terhadap kemerosotan kesehatan Dalai Lama yang belakangan membatalkan 2 perjalanan ke luar negeri karena keletihan.

"Kami dengan tegas menentang percakapan telpon itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Liu Jianchao, Minggu (28/9). "Tindakan ini menunjukkan AS secara serius mengintervensi urusan dalam negeri China serta mendukung kemerdekaan Tibet," kata Liu Jianchao pernyataan yang dikeluarkan lewat situs Departemen Luar Negeri China.

Liu menerangkan Beijing telah menyampaikan kecaman itu ke Washington. Bush menelpon Dalai Lama saat menghadiri pertemuan tahunan Majelis Umum PBB di New York.

Liu juga menegaskan pendirian lama Beijing bahwa Tibet merupakan bagian wilayah China yang tak terpisahkan. Tibet telah menjadi topik yang sensitif untuk dibicarakan sejak aksi protes antipemerintah China yang rusuh dan diwarnai aksi kekerasan di ibukota Lhasa Maret lalu. Sebagian besar warga Tibet mengklaim wilayah mereka sebagai sebuah negara yang merdeka sebelum pasukan Komunis mengadakan invasi pada tahun 1950.

Selain sebagai peraih Nobel Perdamaian, Dalai Lama juga pernah meraih Medali Emas Kongres AS. Dalai Lama membantah klaim China bahwa ia menginginkan kemerdekaan untuk Tibet.  Dalai Lama menekankan bahwa yang diinginkannya adalah otonomi yang lebih besar untuk melindungi kultur Budha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau