BEIJING, MINGGU - China mengecam percakapan telpon yang berlangsung pekan lalu antara Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan pemimpin spirituil Tibet di pengasingan Dalai Lama sebagai suatu sikap mencampuri urusan dalam negeri Beijing. Bush menelpon Dalai Lama untuk menyampaikan keprihatinannya terhadap kemerosotan kesehatan Dalai Lama yang belakangan membatalkan 2 perjalanan ke luar negeri karena keletihan.
"Kami dengan tegas menentang percakapan telpon itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Liu Jianchao, Minggu (28/9). "Tindakan ini menunjukkan AS secara serius mengintervensi urusan dalam negeri China serta mendukung kemerdekaan Tibet," kata Liu Jianchao pernyataan yang dikeluarkan lewat situs Departemen Luar Negeri China.
Liu menerangkan Beijing telah menyampaikan kecaman itu ke Washington. Bush menelpon Dalai Lama saat menghadiri pertemuan tahunan Majelis Umum PBB di New York.
Liu juga menegaskan pendirian lama Beijing bahwa Tibet merupakan bagian wilayah China yang tak terpisahkan. Tibet telah menjadi topik yang sensitif untuk dibicarakan sejak aksi protes antipemerintah China yang rusuh dan diwarnai aksi kekerasan di ibukota Lhasa Maret lalu. Sebagian besar warga Tibet mengklaim wilayah mereka sebagai sebuah negara yang merdeka sebelum pasukan Komunis mengadakan invasi pada tahun 1950.
Selain sebagai peraih Nobel Perdamaian, Dalai Lama juga pernah meraih Medali Emas Kongres AS. Dalai Lama membantah klaim China bahwa ia menginginkan kemerdekaan untuk Tibet. Dalai Lama menekankan bahwa yang diinginkannya adalah otonomi yang lebih besar untuk melindungi kultur Budha.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang