JAKARTA, SELASA - Malam takbiran di kawasan sekitar Monas, Selasa (30/9), hanya dipenuhi riuh rendah klakson kendaraan karena kemacetan panjang di sepanjang jalan area tersebut. Bahkan beberapa kendaraan umum yang mengangkut warga yang takbiran keliling tidak menyuarakan gema takbir.
Seperti diungkapkan Ami (45), warga Kampung Pulo, kepada Kompas.com, kalau takbiran kali ini kurang ada gregetnya. Ia hanya ingin mencari suasana lain di malam takbiran ini, tetapi yang didapat hanya kemacetan.
Wanita separuh baya itu sedang menepi sambil menikmati segelas minuman dingin karena macet parah di jalan depan Stasiun Gambir.
Sedangkan menurut Fikri (28), malam takbiran di tengah kemacetan justru memicu emosi seseorang. "Padahal orang seharusnya menyiapkan hati yang bersih untuk momen fitri besok pagi, ini malah diisi dengan hura-hura yang bisa memicu huru-hara," ujarnya.
Yang memprihatinkan, ungkap Fikri, banyak anak-anak yang ikut takbir keliling tapi lagu yang dibawakan bukan lagu Islami. "Kalau seperti ini, makna takbiran bisa bergeser ke arah pesta tiup terompet atau konvoi keliling kota tanpa arti," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang