JAKARTA, KAMIS - Kenaikan elpiji kembali terjadi Selasa (30/9), sehari menjelang Lebaran. Di tingkat pengecer harga bahan bakar gas terutama tabung isi 12 kilogram di Jakarta dan Tangerang ini naik kembali setelah sebelumnya, awal September lalu sudah naik dari Rp 72.000-Rp 75.000 per tabung menjadi Rp 77.000 sampai Rp 82.000. Saat ini, harga elpiji naik menjadi Rp 78.000- Rp 83.000 per tabung.
"Barangnya ada, tetapi peminatnya banyak," kata Alin (47), salah seorang pengecer elpiji di Kelurahan Gagak, Ciledug, Kota Tangerang. Alin mengatakan, dia terpaksa menaikkan lagi harga jual karena agennya di Tanah Abang, Jakarta Pusat juga telah menaikkan harga sebesar Rp 500 per tabung.
"Alasan kenaikan untuk tambahan biaya transportasi," kata Alin yang telah menaikkan harga elpiji dari Rp 77.000 per tabung menjadi Rp 78.000 per tabung.
Kenaikan harga elpiji juga diakui Hera (31), pengecer elpiji di Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat. "Saya sebenarnya malu kepada pembeli, karena dalam sebulan ini harga elpiji naik dua kali," kata Hera yang telah menaikkan harga elpiji dari Rp 80.000 menjadi Rp 82.000 per tabung.
Sementara di Pondok Kacang, Tangerang harga elpiji tabung isi 12 kg naik dari Rp 82.000 per tabung menjadi Rp 83.000 per tabung. "Saya enggak tahu sampai kapan gas (elpiji) akan naik terus. Kalau naik terus, kami enggak tahu mau masak pakai apalagi, minyak tanah enggak ada lagi," kata Ny Novi (29), warga Pondok Kacang.
Daging ayam
Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam dan sejumlah jenis sayuran di pasar tradisional. Harga daging ayam di Pasar Lembang, Pondok Aren dan Pasar Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (2/10) mencapai Rp 35.000 per kg. Harga itu telah mengalami kenaikan Rp 5.000 dari dua hari sebelumnya, yakni sehari menjelang Lebaran.
Sejumlah jenis sayuran juga naik lagi seperti tomat yang sebelumnya Rp 7.000 - Rp 10.000 per kg naik menjadi Rp 8.000-Rp 11.000 per kg. Begitu juga dengan cabai rawit merah yang naik Rp 3.000 dari Rp 7.000 menjadi Rp 10.000 per kg.
Menghilang
Sehari menjelang Lebaran, warga Jakarta dan Tangerang juga kesulitan memperoleh air kemasan dalam galon. Di sejumlah warung dan toko tidak lagi tersedia produk tersebut. Namun, di beberapa warung dan toko yang memiliki stok sangat terbatas menjualnya dengan harga tinggi Rp 12.000 - Rp 14.000 per galon ataui naik dari Rp 10.000 per galon.
Tingginya harga kemasan air meneral ini dikarenakan stok produk itu sangat terbatas. "Tiga hari lalu saya menyetok barang rata-rata 100 galon per hari. Tetapi, hari ini tinggal empat galon yang terisi," kata Lina (27) pemilik warung di Ciledug, Kota Tangerang. Dia mengatakan, menjelang Lebaran dia sengaja menyetok barang dengan jumlah yang banyak. Akan tetapi persediaannya tinggal empat galon saja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang