Saya Lega Tiba di Tanah Air

Kompas.com - 03/10/2008, 16:40 WIB

PARA korban tenggelamnya kapal tongkang di perairan Port Klang Malaysia Selasa lalu, tiiba di pelabuhan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, sekitar pukul 01.50 dini hari tadi. Mereka terdiri dari 80 laki-laki, 22 perempuan, dan seorang anak balita.

Ratusan orang menyambut kedatangan para Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia yang langsung diangkut menggunakan empat kendaraan ke GOR Tanjung Balai itu. Setelah mendapat makan nasi bungkus, para TKI secara bergiliran diperiksa satu-persatu oleh petugas kepolisian yang sudah menyiapkan belasan laptop untuk mengetik berita acara pemeriksaan.

Sebelumnya, pada pukul 23.00 hari Kamis, sejumlah pejabat Kota Tanjung Balai dan Provinsi Sumut berangkat dari Pelabuhan Bagan Asahan, Kabupaten Asahan menuju perairan Lampu Merah di Asahan untuk menjemput korban di kapal laut Narotama. Air laut yang surut membuat petugas dari TNI AL harus melansir korban menggunakan perahu cepat Being Sky King II ke pelabuhan Teluk Nibung.

Begitu para korban mendarat, anggota keluarga mereka berteriak-teriak memanggil korban. "Saya lega sudah bisa kembali ke Indonesia. Bagaimanapun lebih nikmat berada di negeri sendiri," tutur Hery Syahputra (29), warga Pidie, Naggroe Aceh Darussalam yang sudah tiga tahun bekerja di Selangor, Malaysia.

Meskipun demikian, Hery masih menanggung derita, karena anaknya, Muhammad Rayyan Syah Putra (15 bulan), belum ditemukan. 

Asisten I Kota Tanjung Balai Usman Harahap mengatakan, para korban berasal dari Sumatera Utara, NAD, Kalimantan, dan Jawa. Setelah selesai identifikasi, korban segera dipulangkan. Namun ia belum tahu bagaimana proses pemulangan jenazah 12 korban tewas dan korban yang masih dirawat di RS yang saat ini masih ada di Port Klang. "Kami masih koordinasi," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau