INGAR bingar pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS) menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Inilah yang membuat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir penasaran hingga memutuskan cuti tiga pekan dari politik tanah air, dan berangkat ke Amerika Serikat saat Pilpres digelar di negeri Paman Sam tersebut.
"Saya ingin belajar seperti apa Pemilu di Amerika. Mudah-mudahan ilmu yang saya dapatkan bisa berguna bagi negeri ini," kata Mas Tris, politisi asal Pekalongan, Jawa Tengah, ini ketika berkunjung ke Redaksi Persda Network Jakarta, belum lama ini.
Menurut Mas Tris, waktu tiga pekan cukup untuk mempelajari sistem demokrasi di negara Paman Sam tersebut. "Kalau dulu Mahathir cuti tiga bulan saya kira tiga minggu sudah cukup," paparnya.
Politisi yang akrab dengan slogan "Hidup Adalah Perbuatan" ini menilai Indonesia perlu belajar dengan kedewasaan sistem perpolitikan di AS. Dia mencontohkan debat kandidat calon presiden AS Barack Obama dan Mc Cain beberapa waktu lalu perlu diterapkan dalam Pilpres 2009 mendatang.
"Saya sepakat dengan debat calon presiden semacam itu dengan konsep yang tepat," kata Mas Tris yang hingga sekarang belum memutuskan apakah akan maju sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang.
"Saya kira di PAN banyak kader yang bagus. Ada Zulkifli Hasan (Sekjen PAN), Didik J Rachbini (kader PAN), dan sebagainya," kata dia mengelak ditanya kesediaannya menjadi Capres.
Dalam pandangan Mas Tris, seorang pemimpin haruslah menghasilkan pula pemimpin, bukan pengikut. Dia mencontohkan dirinya sejak terpilih menjadi Ketua Umum PAN menggantikan Amien Rais yang sangat jarang ke kantor DPP PAN hanya untuk mengurus persoalan kader PAN dari daerah.
"Saya bukan ketua umum parpol yang segala sesuatunya harus persetujuan ketua umum. Memangnya saya ini pegawai apa? Tak mungkin saya menangani semua. Nah, bangsa ini butuh pemimpin yang egaliter, sederhana, dan tidak korupsi," jelasnya. (Persda Network/aco)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang