Soetrisno Bachir Cuti 3 Minggu Ikuti Pilpres AS

Kompas.com - 03/10/2008, 19:38 WIB

INGAR bingar pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS) menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Inilah yang membuat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir penasaran hingga memutuskan cuti tiga pekan dari politik tanah air, dan berangkat ke Amerika Serikat saat Pilpres digelar di negeri Paman Sam tersebut.

"Saya ingin belajar seperti apa Pemilu di Amerika. Mudah-mudahan ilmu yang saya dapatkan bisa berguna bagi negeri ini," kata Mas Tris, politisi asal Pekalongan, Jawa Tengah, ini ketika berkunjung ke Redaksi Persda Network Jakarta, belum lama ini.

Menurut Mas Tris, waktu tiga pekan cukup untuk mempelajari sistem demokrasi di negara Paman Sam tersebut. "Kalau dulu Mahathir cuti tiga bulan saya kira tiga minggu sudah cukup," paparnya.

Politisi yang akrab dengan slogan "Hidup Adalah Perbuatan" ini menilai Indonesia perlu belajar dengan kedewasaan sistem perpolitikan di AS. Dia mencontohkan debat kandidat calon presiden AS Barack Obama dan Mc Cain beberapa waktu lalu perlu diterapkan dalam Pilpres 2009 mendatang.

"Saya sepakat dengan debat calon presiden semacam itu dengan konsep yang tepat," kata Mas Tris yang hingga sekarang belum memutuskan apakah akan maju sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang.

"Saya kira di PAN banyak kader yang bagus. Ada Zulkifli Hasan (Sekjen PAN), Didik J Rachbini (kader PAN), dan sebagainya," kata dia mengelak ditanya kesediaannya menjadi Capres.

Dalam pandangan Mas Tris, seorang pemimpin haruslah menghasilkan pula pemimpin, bukan pengikut. Dia mencontohkan dirinya sejak terpilih menjadi Ketua Umum PAN menggantikan Amien Rais yang sangat jarang ke kantor DPP PAN hanya untuk mengurus persoalan kader PAN dari daerah.

"Saya bukan ketua umum parpol yang segala sesuatunya harus persetujuan ketua umum. Memangnya saya ini pegawai apa? Tak mungkin saya menangani semua. Nah, bangsa ini butuh pemimpin yang egaliter, sederhana, dan tidak korupsi," jelasnya. (Persda Network/aco)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau