BANDUNG, MINGGU-Ribuan pelancong di kawasan wisata Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung terpaksa mengurungkan niatnya berwisata akibat kemacetan total yang terjadi di tiga kilometer menjelang obyek wisata tersebut, Minggu (5/10). Kemacetan terjadi akibat sebuah bus pariwisata mogok.
Ribuan kendaraan yang terdiri dari bus, truk, mobil pribadi dan sepeda motor tertahan sepanjang sekita tiga kilometer. Kepadatan arus lalulintas mulai terasa sejak pukul 08.00 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 11.00 WIB. Seorang petugas kepolisian menuturkan, kemacetan terjadi akibat sebuah bus yang mogok di tikungan sekitar pukul 11.00 WIB. Polisi menduga kerusakan itu terjadi karena rem bus terkunci. Akibatnya akses keluar-masuk tertutup. Selama proses perbaikan, jumlah kendaraan yang datang semakin banyak.
Mobil, bus, dan truk tidak dapat bergerak sama sekali. Adapun sepeda motor terus mendesak hingga memenuhi bahu jalan di sisi kanan. Hal itu menyebabkan jalan menanjak dan berliku itu semakin penuh. Kemacetan masih belum bisa terurai hingga pukul 18.00 WIB. Bahkan, pengendara motor masih terus berdatangan. Polisi menghalau pengendara tersebut untuk mengosongkan lajur ke arah Ciwidey. Sebagian memilih untuk putar balik, namun ada juga yang bertahan.
Sejak terjadi kemacetan, satu-satunya cara menuju objek Kawah Putih, Situ Patenggang, dan pemandian Cimanggu adalah dengan berjalan kaki. Santoso,calon pengunjung dari Bandung memilih untuk menunggui mobilnya. "Keluarga yang lain sudah ke atas (kawah). Ini mau pulang tidak bisa putar," katanya yang datang bersama 12 anggota keluarganya.
Taufik, yang datang bersama tiga temannya dengan menunggang motor juga tertahan. "Saya datang jam 16.00 keadaan sudah seperti ini. Lebih baik pulang sajalah," katanya yang bersiap kembali ke Cimahi. Wisnu, pedagang minuman di lokasi kemacetan mengatakan, sehari sebelumnya juga ramai, namun tidak sampai macet total. "Sampai jam satu malam, jalan masih ramai, tapi lancar," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang