Kawasan Wisata Kawah Putih Macet Total

Kompas.com - 05/10/2008, 20:38 WIB

BANDUNG, MINGGU-Ribuan pelancong di kawasan wisata Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung terpaksa mengurungkan niatnya berwisata akibat kemacetan total yang terjadi di tiga kilometer menjelang obyek wisata tersebut, Minggu (5/10). Kemacetan terjadi akibat sebuah bus pariwisata mogok.

Ribuan kendaraan yang terdiri dari bus, truk, mobil pribadi dan sepeda motor tertahan sepanjang sekita tiga kilometer. Kepadatan arus lalulintas mulai terasa sejak pukul 08.00 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 11.00 WIB. Seorang petugas kepolisian menuturkan, kemacetan terjadi akibat sebuah bus yang mogok di tikungan sekitar pukul 11.00 WIB. Polisi menduga kerusakan itu terjadi karena rem bus terkunci. Akibatnya akses keluar-masuk tertutup. Selama proses perbaikan, jumlah kendaraan yang datang semakin banyak.

Mobil, bus, dan truk tidak dapat bergerak sama sekali. Adapun sepeda motor terus mendesak hingga memenuhi bahu jalan di sisi kanan. Hal itu menyebabkan jalan menanjak dan berliku itu semakin penuh. Kemacetan masih belum bisa terurai hingga pukul 18.00 WIB. Bahkan, pengendara motor masih terus berdatangan. Polisi menghalau pengendara tersebut untuk mengosongkan lajur ke arah Ciwidey. Sebagian memilih untuk putar balik, namun ada juga yang bertahan.

Sejak terjadi kemacetan, satu-satunya cara menuju objek Kawah Putih, Situ Patenggang, dan pemandian Cimanggu adalah dengan berjalan kaki. Santoso,calon pengunjung dari Bandung memilih untuk menunggui mobilnya. "Keluarga yang lain sudah ke atas (kawah). Ini mau pulang tidak bisa putar," katanya yang datang bersama 12 anggota keluarganya.

Taufik, yang datang bersama tiga temannya dengan menunggang motor juga tertahan. "Saya datang jam 16.00 keadaan sudah seperti ini. Lebih baik pulang sajalah," katanya yang bersiap kembali ke Cimahi. Wisnu, pedagang minuman di lokasi kemacetan mengatakan, sehari sebelumnya juga ramai, namun tidak sampai macet total. "Sampai jam satu malam, jalan masih ramai, tapi lancar," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau