JAKARTA, SENIN — Bulan Ramadhan digunakan umat Islam untuk memperbanyak amal perbuatannya, tak terkecuali lembaga negara seperti KPK.
Pada pertengahan puasa lalu, KPK membagikan buku kepada 44 tahanan yang tersebar di sejumlah rumah tahanan. Ada dua buku yang dibagikan saat itu, yaitu buku yang isinya mengajak para tahanan untuk bertaubat dan La Tahzan agar keluarga tahanan tak berduka.
Namun, usaha itu ternyata mendapat sambutan negatif dari sejumlah tahanan, seperti mantan Bupati Garut Agus Supriyadi, dan mantan dirjen di Depnakertrans, MSN Manihuruk.
Saat itu Agus justru curhat tentang perasaannya setelah menjalani hukumannya. Dia mengaku tidak terima dengan apa yang ditimpakan kepada dirinya. Karena itu dia melakukan banding.
"Tapi kita bilang, kalau itu ada proses hukumnya silakan jalani saja. Itu terjadi saat kita memberikan buku kepada tahanan-tahanan KPK. Namun, akhirnya diambil juga oleh dia, setelah panjang lebar kita diceramahi. Tadinya kita mau beri masukan, eh malah akhirnya diceramahi panjang lebar," ujar Ketua Badan Amal Islam KPK Asep Chaerulah ketika bertemu wartawan di auditorium utama KPK, Senin (6/10).
Hal yang unik juga ditunjukkan oleh MSN Manihuruk ketika diberi buku pertaubatan tersebut. Seusai mengomel tentang ketidakpuasannya terhadap vonis hakim, dia malah menunjukkan buku-buku karangan dan koleksinya.
Namun, ini tidak berlaku bagi terdakwa kasus suap jaksa penyelidik Bantuan Likuiditas Bank Indonesia-Bank Dagang Negara Indonesia, Urip Tri Gunawan. Jika kedua koruptor di atas tidak terima atas bantuan buku taubat dan hukumannya, Urip justru protes karena tidak mendapat buku-buku itu.
"Pak Urip itu tidak dikasih sama kita, tapi saat kita melewati dia, Pak Urip malah minta, 'Kok saya tidak dibagi?' Lalu saya tanya balik, 'Loh, memang Bapak mau?' Akhirnya kita dekati dan Pak Urip bilang, 'Istri saya Muslim dan menginginkan buku itu," kutip Asep.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang