Pengusaha Arab Investasi Pertanian di Jabar

Kompas.com - 07/10/2008, 14:00 WIB

BANDUNG, SELASA - Sejumlah pengusaha Arab Saudi akan menanamkan investasinya di sektor ketahanan pangan (security food) di Provinsi Jawa Barat.  

"Kami akan segera melakukan pembicaraan dengan pihak Arab Saudi terkait rencana investasi mereka. Diarahkan untuk membuka sawah-sawah baru di kawasan Priangan Timur," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di sela-sela bersilaturaim dengan Dubes RI untuk Arab Saudi Dr Salim Segaaf Al-Jufrie di Bandung, Selasa (7/10). 

Gubernur Heryawan menyebutkan, Provinsi Jawa Barat dipilih Arab Saudi untuk pengembangan investasi security food. Ke depan, rencananya sejumlah pengusaha Arabi Saudi akan menamamkan modalnya dalam jumlah besar. 

Dipilihnya kawasan Priangan, antara lain Kabupaten Garut, Tasikmalaya dan Ciamis, untuk kawasan investasi sektor industri pertanian itu, kata Heryawan, karena daerah itu masih memiliki lahan yang bisa dipergunakan untuk pencetakan sawah-sawah baru. Selain itu, beberapa kawasan di pantura, seperti Subang dan Indramayu, juga akan ditawarkan. 

"Program kerja sama investasi ini diarahkan untuk meningkatkan status sawah kategori III dan IV yang selama ini tadah hujan dan hanya panen sekali, menjadi lahan lebih produktif. Disamping pencetakan sawah baru di Priangan," kata Heryawan. 

Ia menyebutkan, persawahan kategori III dan IV itu selama ini tidak tersentuh irigasi, tetapi diharapkan dengan adanya investor dari Timur Tengah itu pembangunan infrastruktur pertanian di kawasan itu, terutama irigasi bisa optimal. 

Lebih lanjut, ia mengatakan, dengan perbaikan, pembangunan infrastruktur dan pencetakan sawah baru itu, produksi padi Jawa Barat bisa meningkat 30 persen dari produksi padi saat ini yang mencapai 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG).

Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Segaaf Al Jufrie menyatakan, pihak Arab Saudi akan secepatnya melakukan tindak lanjut rencana investasi sektor ketahanan pangan itu. 

"Para pengusaha Arab Saudi banyak meminta informasi terkait peluang investasi sektor pertanian di Jabar. Mereka terdiri atas berbagai perusahaan, termasuk properti juga," kata Salim. 

Ketertarikan para investor Arab Saudi itu akan ditindak lanjuti dengan kunjungan mereka ke Jawa Barat dalam waktu dekat ini. "Hingga saat ini sudah banyak investor Timur Tengah berinvestasi di Asia, termasuk di Indonesia. Dari jumlah itu sebagian besar mereka berasal dari Arab Saudi," kata Salim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau