BANDUNG, SELASA - Sejumlah pengusaha Arab Saudi akan menanamkan investasinya di sektor ketahanan pangan (security food) di Provinsi Jawa Barat.
"Kami akan segera melakukan pembicaraan dengan pihak Arab Saudi terkait rencana investasi mereka. Diarahkan untuk membuka sawah-sawah baru di kawasan Priangan Timur," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di sela-sela bersilaturaim dengan Dubes RI untuk Arab Saudi Dr Salim Segaaf Al-Jufrie di Bandung, Selasa (7/10).
Gubernur Heryawan menyebutkan, Provinsi Jawa Barat dipilih Arab Saudi untuk pengembangan investasi security food. Ke depan, rencananya sejumlah pengusaha Arabi Saudi akan menamamkan modalnya dalam jumlah besar.
Dipilihnya kawasan Priangan, antara lain Kabupaten Garut, Tasikmalaya dan Ciamis, untuk kawasan investasi sektor industri pertanian itu, kata Heryawan, karena daerah itu masih memiliki lahan yang bisa dipergunakan untuk pencetakan sawah-sawah baru. Selain itu, beberapa kawasan di pantura, seperti Subang dan Indramayu, juga akan ditawarkan.
"Program kerja sama investasi ini diarahkan untuk meningkatkan status sawah kategori III dan IV yang selama ini tadah hujan dan hanya panen sekali, menjadi lahan lebih produktif. Disamping pencetakan sawah baru di Priangan," kata Heryawan.
Ia menyebutkan, persawahan kategori III dan IV itu selama ini tidak tersentuh irigasi, tetapi diharapkan dengan adanya investor dari Timur Tengah itu pembangunan infrastruktur pertanian di kawasan itu, terutama irigasi bisa optimal.
Lebih lanjut, ia mengatakan, dengan perbaikan, pembangunan infrastruktur dan pencetakan sawah baru itu, produksi padi Jawa Barat bisa meningkat 30 persen dari produksi padi saat ini yang mencapai 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG).
Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Segaaf Al Jufrie menyatakan, pihak Arab Saudi akan secepatnya melakukan tindak lanjut rencana investasi sektor ketahanan pangan itu.
"Para pengusaha Arab Saudi banyak meminta informasi terkait peluang investasi sektor pertanian di Jabar. Mereka terdiri atas berbagai perusahaan, termasuk properti juga," kata Salim.
Ketertarikan para investor Arab Saudi itu akan ditindak lanjuti dengan kunjungan mereka ke Jawa Barat dalam waktu dekat ini. "Hingga saat ini sudah banyak investor Timur Tengah berinvestasi di Asia, termasuk di Indonesia. Dari jumlah itu sebagian besar mereka berasal dari Arab Saudi," kata Salim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang