PEKANBARU, SELASA - Banyaknya penambangan batu alam ilegal diduga kuat menjadi salah satu penyebab longsor di jalur jalan antarprovinsi Riau - Sumatera Barat (Sumbar) di wilayah Kabupaten Kampar sehingga jalur tersebut nyaris putus.
"Selain karena hujan, penambangan batu alam di sepanjang jalur Riau - Sumbar diduga menjadi pemicu terjadinya longsor," kata Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Riau Isdjarwadi ketika ditemui di lokasi longsor, Selasa.
Dari pantauan, sejumlah titik longsor memang terjadi di kawasan yang sering dijadikan sebagai loaksi penambangan batu alam. Aktivitas penambangan ilegal itu dilakukan dengan cara menggali serta menggerus tebing terjal di sepanjang jalur Riau - Sumbar.
Akibatnya, lereng curam dengan kemiringan lebih dari 40 derajat menjadi gundul dan makin curam, sehingga mudah longsor ketika diguyur hujan lebat. Setelah terjadi longsor, para pekerja yang biasa melakukan penambangan ilegal di kawasan itu tiba-tiba tidak terlihat lagi, dan hanya meninggalkan peralatan seperti tangga kayu, seperti yang terlihat di lokasi longsor di Km-78 di Desa Tanjung Alai, Bangkinang Barat.
Sedangkan dua lokasi longsor di Km-77 diduga akibat hujan lebat dan aliran air yang melewati rongga tanah, sehingga ruas jalan amblas. Tanah di bagian bawah jalan itu telah tergerus air hujan sehingga mudah amblas, karena terlihat aliran air cukup deras dari tebing yang tepat di atas lokasi longsor keluar melalui lubang yang cukup besar di jalan yang amblas menuju sungai.