Penambangan Liar Picu Longsor

Kompas.com - 07/10/2008, 20:22 WIB

PEKANBARU, SELASA - Banyaknya penambangan batu alam ilegal diduga kuat menjadi salah satu penyebab longsor di jalur jalan antarprovinsi Riau - Sumatera Barat (Sumbar) di wilayah Kabupaten Kampar sehingga jalur tersebut nyaris putus.
     
"Selain karena hujan, penambangan batu alam di sepanjang jalur Riau - Sumbar diduga menjadi pemicu terjadinya longsor," kata Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Riau Isdjarwadi ketika ditemui di lokasi longsor, Selasa.
     
Dari pantauan, sejumlah titik longsor memang terjadi di kawasan yang sering dijadikan sebagai loaksi penambangan batu alam. Aktivitas penambangan ilegal itu dilakukan dengan cara menggali serta menggerus tebing terjal di sepanjang jalur Riau - Sumbar.
     
Akibatnya, lereng curam dengan kemiringan lebih dari 40 derajat menjadi gundul dan makin curam, sehingga mudah longsor ketika diguyur hujan lebat. Setelah terjadi longsor, para pekerja yang biasa melakukan penambangan ilegal di kawasan itu tiba-tiba tidak terlihat lagi, dan hanya meninggalkan peralatan seperti tangga kayu, seperti yang terlihat di lokasi longsor di Km-78 di Desa Tanjung Alai, Bangkinang Barat.  
     
Sedangkan dua lokasi longsor di Km-77 diduga akibat hujan lebat dan aliran air yang melewati rongga tanah, sehingga ruas jalan amblas. Tanah di bagian bawah jalan itu telah tergerus air hujan sehingga mudah amblas, karena terlihat aliran air cukup deras dari tebing yang tepat di atas lokasi longsor keluar melalui lubang yang cukup besar di jalan yang amblas menuju sungai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau