JAKARTA, KAMIS - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir saat ini berkonsentrasi penuh untuk membesarkan partainya. Itu sebabnya, tidak tertarik untuk ikut konvensi calon presiden Partai Bintang Reformasi. Demikian penjelasan siaran pers yang diterima Kompas dari Humas PAN di Jakarta, Kamis (9/10) malam.
Siaran ini menjawab tentang wacana disebutnya Soetrisno masuk dalam bursa capres dalam konvensi PBR. Seluruh energi dan potensi sumber daya Soetrisno Bachir sedang dicurahkan untuk membesarkan PAN. Artinya, tidak ada sedikitpun pikiran mendaftar konvensi capres di partai lain. Selain itu, Soetrisno sendiri belum menyatakan maju dalam pilpres 2009. Meskipun, sudah banyak aspirasi yang mendorong agar Soetrisno Bachir maju dalam pilpres mendatang.
Usulan pencalonan itu tidak hanya datang dari internal PAN, tetapi sejumlah elemen masyarakat juga ada yang mengajukan. Bahkan, saat ini sudah bermunculan relawan-relawan Soetrisno Bachir di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang mendorong Soetrisno maju capres.
Diantara kelompok masyarakat yang mendorong Soetrisno maju dalam pilpres mendatang menamakan dirinya sebagai Repro SB (Relawan Pro Soetrisno Bachir), Relawan Solusi Bangsa (RSB) dan SB Fans Club. Namun, meski sudah bermunculan relawan SB for president, Soetrisno tetap tidak akan menyatakan bersedia maju sebelum hasil pemilu dan UU Pilres jelas.
Soetrisno berterima kasih pada PBR yang memberi tawaran ikut konvensi capres. Tapi, sekarang bukan saat yang tepat untuk bicara capres. Apalagi, situasi ekonomi nasional sedanag menghadapi ancaman krisis global. Adalah tidak elok dan kurang pantas bicara capres sementara rakyat dan bangsa Indonesia terancam krisis multidimensi. Saat ini yang diperlukan sekarang adalah energi positif untuk menuntun bangsa ini keluar dari ancaman krisis keuangan global. (MAM)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang