Buyung : Segera Eksekusi Amrozi cs

Kompas.com - 11/10/2008, 18:51 WIB

JAKARTA,SABTU-Pakar hukum yang juga Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) DR Adnan Buyung Nasution SH mendesak pemerintah segera mengeksekusi terpidana mati kasus Bom Bali, Amrozi Cs.

Bagi Buyung, tertundanya eksekusi tersebut karena alasan macam- macam, seperti terpidana yang menginginkan pelaksanaan hukuman sesuai dengan syariat Islam, yakni hukum pancung bukan tembak mati, tidaklah beralasan. "Sudah jelas hukumannya seusai dengan hukuman yang berlaku di Indonesia, ya hukuman mati dengan cara ditembak. Kalau berani berbuat maka harus berani bertanggungjawab," tandas, pria berambut perak itu.

Mantan Direktur dan sekaligus pendiri YLBHI itu mengatakan akibat eksekusi yang ditunda-tunda, menimbulkan pertanyaan akan kredibilitas penegakan hukum di Indonesia di mata asing. Dirinya berkali-kali ditanya para diplomat asing kenapa Amrozi Cs tidak kunjung dieksekusi. Ada apa dengan hukum di Indonesia yang tidak kunjung memberikan kepastian hukum.

"Saya selalu kerepotan untuk menjawabnya. Mereka selalu membandingkan dengan terpidana yang lain. Kenapa terpidana yang beragama non-Muslim cepat dieksekusi mati begitu putusannya berkekuatan hukum tetap sementara yang Muslim tidak kunjung di eksekusi. Ada apa, itu yang selalu menjadi pertanyaan mereka," papar Buyung.

Bagi Buyung yang juga pernah menjadi jaksa (1957-1968) sebelum terjun menjadi pengacara minta aparat penegak hukum untuk tidak ragu-ragu melaksanakan eksekusi terhadap terpidana mati bom Bali Amrozi Cs, secepatnya. Ledakan bom di Kuta Bali 12 Oktober 2002, mengakibatkan 202 tewas dan 209 cedera, di mana korbannya kebanyakan warga negara asing khususnya Australia yang sedang berlibur di Bali.(persda network/js)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau