FUJI, MINGGU - Luar biasa penampilan Fernando Alonso. Setelah memenangkan GP F1 Tingsel, Singapura, mantan juara dunia 2005 dan 2006 ini kembali menuai angka penuh 10 setelah finish pertama di sirkuit Fuji, Jepang (12/10).
Seperti diakuinya, dalam beberapa seri balapan, performa mesin Renault kian membaik. Itu dirasakannya kala ia berhasil memenangkan lomba di Singapura dan seri ke-16 di Jepang ini. Dengnan melakukan start yang sempurna, pembalap asal Spanyol berhasil memanfaatkan celah ketika Hamilton mendorong Kimi.
Sehingga, ke luar tikungan pertama ia sudah berada di belakang pembalap Robert Kubica. Pada lap ke-44, di sinilah titik kemenangan dari Alonso. Ia memakai ban kompon terlembut (softer) dan ketika ke masuk p[it berada di urutan keenam.
Ketika Robert Kubica masuk pit untuk melakukan pit stop, itulah momen yang dimanfaatkan Alonso mengambil alih pimpinan, setelah beberapa pembalap di depannya juga melakukan pitstop.
Kubica pun harus puas di urutan kedua. Pembalap Polandia ini sudah menunjukkan kelasnya, baik ketika start yang bagus dan selama lomba. Terutama menjelang terakhir, Kimi gagal menyalipnya dan ia mampu menutup ruang dengan sempurna.
SAMA-SAMA EMOSI
Balapan seri ke-16 menempuh 67 diwarnai drama senggolan di tikungan kedua pada lap ketiga. Lewis Hamilton yang berhasil menyalip Massa di tikungan pertama, coba memaksa menutup jalur Massa, tapi karena kedua roda kiiri Ferrari sudah menginjak rumput, akhirnya pembmalap Brasil itu melakukan manuver tajam dengan memaksakan diri masuk dari sisi dalam.
Akibatnya, begitu ke luar tikungan, Hamilton yang berada di jalur depan dan sudah unggul setengah bodi dari Massa, roda belakangnya kesenggol Ferrari. McLaren bernomor 22 itupun melintir, sementara Massa lolos.
Direktur perlombaan dan para pengawas lomba melakukan investigasi atas insiden itu. Akhirnya, Massa pun dikenakan penalti drive through yang dijalaninya pada lap ke-21 sehingga membuat posisinya anjlok ke-14.
Secara bersamaan, panitia juga mengeluarkan keputusan buat Hamilton juga dikenakan penalti drive through. Alasan panitia, pembalap Inggris itu mendorong Kimi di tikungan.
Jika kejadiannya berlangsung baru start dan di tikungan pertama, itu merupakan hal yang lumarah. Karena saat itu lintasan dipenuhi banyak mobil dari berbagai sisi untuk berebut masuk tikungan. Lain hal, manuver Hamilton setelah dua atau tiga tikungan pertama, agresivitas Hamilton dinilai membahanyakan.
Tapi, itulah gaya membalap Hamilton yang terkenal sangat agresif di tikungan tanpa memikirkan risiko dan peluang. Apalagi posisinya di tangga teratas sementara masih dalam kondisi yang belum aman.
Pembalap BMW-Sauber, Robert Kubica pun sampai mengkritik gaya membalap Hamilton. Terutama 'across line' terhadap lawan yang dinilai sangat membahayakan
Tapi tampak sekali kedua pembalap, baik Hamilton maupun Massa tak bisa meredam emosinya. Ini bukan saja jika ketika mereka lagi sama-sama bersaing, tapi juga kala menghadapi pembalap lain.
Seperti diperlihatkan Massa di lap ke-53. Saat Sebastian Bourdais ke luar pit dan hendak masuk tikungan pertama, Massa Memaksakan diri masuk dari sisi luar. Akibatnya, roda belakangnya senggolan dan Masssa melintir meski bisa melanjutkan lomba. Dan akhirnya ia hanya meraih satu angka.
1 Fernando Alonso Renault 1:30:21.892
2 Robert Kubica BMW 5.2
3 Kimi Räikkönen Ferrari 6.4
4 Nelson Piquet Renault 20.5
5 Jarno Trulli Toyota 23.7
6 Sebastien Bourdais Toro Rosso 34.0
7 Sebastian Vettel Toro Rosso 39.2
8 Felipe Massa Ferrari 46.1
9 Mark Webber Red Bull 50.8
10 Nick Heidfeld BMW 54.1
Klasemen sementara
1. Lewis Hamilton 84
2. Felipe Massa 78
3. Robert Kubica 72
4. Kimi Raikkonen 63
SBT