Bayar Utang 1,2 Miliar Dollar AS, Bakrie Jual Saham

Kompas.com - 13/10/2008, 00:30 WIB

Laporan Wartawan Kompas Andi Suruji

JAKARTA, MINGGU - Manajemen PT Bakrie & Brothers  Tbk memastikan akan menjual saham  perseroan  pada anak perusahaannya untuk membayar utang senilai 1,2 miliar dollar AS. Langkah yang disebut manajemen sebagai rasionalisasi portofolio ini akan melepaskan aset Bakrie & Barothers  senilai enam miliar dollar AS yang dijaminkan kepada kreditornya, antara lain JP Morgan.

"Proses  penjualan  saham itu sudah berlangsung, namun nilai yang telah tercapai kesepakatannya  masih kecil ketimbang jumlah utang yang akan kami bayar. Penutupan transaksi ini diharapkan secepatnya," ujar Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Nalinkant A Rathod kepada pers, Minggu (12/10) di Jakarta.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali  menambahkan, sejauh ini perseroan telah membayar kembali pokok utangnya senilai 200 juta dollar AS, sehingga yang akan jatuh tempo pada April 2009 sisa 1 miliar dollar AS.

Direktur Bakrie & Brother lainnya, Ari S Hudaya  menambahkan, kondisi jatuhnya pasar global, termasuk pasar saham di Indonesia, membuat nilai aset itu terus merosot.  "Kami tidak tahu pasar mau ke mana? Sebelum aset itu semakin jatuh, kan tentu lebih baik kami jual," katanya. 

Saham Bakrie & Brother yang akan dilepas antara lain terdapat pada lima anak perusahaanya, yakni pada Bumi Resources, Bakrie Sumatera Plantations, Bakrieland Development, Energi Mega Persdada, dan Bakrie Telecom.  Jumlah saham yang dilepas berbeda antara satu perusahaan dan lainnya, tetapi rata-rata 4 - 10 persen. Pada saat keterangan pers diberikan, seluruh direktur utama anak perusahaan tersebut hadir juga.

Meskipun melepas sebagian kecil kepemilikannya, Nalinkant  dan Ari menegaskan bahwa Bakrie & Brother tetap akan memegang kendali pada anak-anak perusahaan tersebut.

Adapun investor yang akan membeli saham tadi, antara lain Avenue Asia dari Amerika Serikat, sementara Credit Lyonnais  sedang melakukan negosiasi. Sejumlah investor lokal, seperti pemilik kelompok usaha Djarum, Sampoerna dan beberapa lainnya juga disebutkan sudah melakukan pembicaraan, tetapi belum pada tahap negosiasi. 

Keputusan manajemen tersebut diambil pada tanggal 9 Oktober 2008, dan telah diinformasikan pula kepada otoritas pasar modal, Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia.

Respons strategis

Menurut Nalinkant, langkah tersebut merupakan respons strategis managemen untuk menghadapi gejolak keuangan, kondisi keuangan global yang tidak rasional, dan jatuhnya pasar saham internasional. Situasi tersebut diperburuk oleh rumor, penyebar berita yang tidak benar, para pelaku short selling (jual kosong saham)  yang akan mengakibatkan kehancuran nilai kapitalisasi pasar.

Dampak lanjut dari semua itu,  berakibat  dihentikannya  sementara perdagangan  saham-saham Bakrie Group di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Oktober 2008.

Manajemen BEI sendiri telah memutuskan menghentikan sementara perdagangan seluruh efek yang tercatat di BEI, Selasa (8/10) akibat terimbas kondisi global dimana seluruh bursa juga mengalami kejatuhan yang sangat dalam.

"Kami tegaskan bahwa kehancuran nilai yang tidak rasional ini, termasuk portfolio bisnis kami, tidak memiliki hubungan dengan fundamental perusahaan dan portfolio perusahaan yang selama ini kuat dan saat ini memiliki kinerja yang sangat baik. Kuatnya fundamental dari setiap portfolio perusahaan akan dijabarkan dalam paparan publik insidentil yang akan segera dilaksanakan," papar Nalinkant.

Menurut Ari Hudaya, perseroan sudah memasuki tahap  akhir diskusi dengan berbagai mitra strategis lokal dan internasional untuk transaksi aset tersebut. Pihaknya  yakin penutupan transaksi perjanjian besar tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau