PALEMBANG - Senin (13/10) satuan Samapta Poltabes menggaruk 21 preman yang sering nongkrong di sepanjang kawasan Jl Sudirman, pertokoan Marathon dan Internasional Plaza serta kawasan pasar 16 Ilir, Palembang.
Razia yang direncanakan akan rutin digelar seminggu sekali ini dalam kurun waktu dua jam, preman pasar yang biasa nongkrong di sepanjang kawasan jalan protokol utama sempat kocar-kacir. Terlebih 30 personel yang diturunkan menggunakan truk Dalmas hingga bunyi sirene patroli sempat membuat para pengunjung mal IP dan Marathon setengah berlari panik.
Gerak cepat pun dilakukan, tiga regu masing-masing beranggotakan 10 orang disebar memasuki tiga titik yang dianggap rawan langsung menyebar. Tingkah warga yang dianggap mencurigakan langsung diperiksa KTP maupun identitas lainya. Jika tidak memiliki KTP serta bagian tubuh bertato hingga mulut bau minuman tanpa ampun langsung diciduk dan dikumpulkan dengan puluhan pemuda lain dalam tiga truk Dalmas.
Kejadian serupa juga tampak pada seputaran mal IP dan Marathon, pengunjung yang duduk santai di sepanjang trotoar depan yang tengah asyik mengepulkan asap rokok pun tak luput dari incaran petugas berseragam serta bersentaja langkap.
Bahkan, salah seorang yang menggunakan seragam tanpa lengan melihat temannya digaruk langsung berupaya kabur menghindari kejaran polisi. Aksi langkah cepat tersebut membuat polisi tak kehabisan akal dan langsung mengejarnya di antara kerumuanan pengunjung lain.
"Ini berusaha kabur waktu aku periksa rupanya tidak ada identitas lengkap," kata salah satu anggota kepada Iptu Adirawa Kanit Patroli yang langsung memimpin razia Pekat Musi. (sta)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang