21 Preman Bertato Diangkut dari Pasar

Kompas.com - 14/10/2008, 09:40 WIB

PALEMBANG - Senin (13/10) satuan Samapta Poltabes menggaruk 21 preman yang sering nongkrong di sepanjang kawasan Jl Sudirman, pertokoan Marathon dan Internasional Plaza serta kawasan pasar 16 Ilir, Palembang.

Razia yang direncanakan akan rutin digelar seminggu sekali ini dalam kurun waktu dua jam, preman pasar yang biasa nongkrong di sepanjang kawasan jalan protokol utama sempat kocar-kacir. Terlebih 30 personel yang diturunkan menggunakan truk Dalmas hingga bunyi sirene patroli sempat membuat para pengunjung mal IP dan Marathon setengah berlari panik.

Gerak cepat pun dilakukan, tiga regu masing-masing beranggotakan 10 orang disebar memasuki tiga titik yang dianggap rawan langsung menyebar. Tingkah warga yang dianggap mencurigakan langsung diperiksa KTP maupun identitas lainya. Jika tidak memiliki KTP serta bagian tubuh bertato hingga mulut bau minuman tanpa ampun langsung diciduk dan dikumpulkan dengan puluhan pemuda lain dalam tiga truk Dalmas.

Kejadian serupa juga tampak pada seputaran mal IP dan Marathon, pengunjung yang duduk santai di sepanjang trotoar depan yang tengah asyik mengepulkan asap rokok pun tak luput dari incaran petugas berseragam serta bersentaja langkap.

Bahkan, salah seorang yang menggunakan seragam tanpa lengan melihat temannya digaruk langsung berupaya kabur menghindari kejaran polisi. Aksi langkah cepat tersebut membuat polisi tak kehabisan akal dan langsung mengejarnya di antara kerumuanan pengunjung lain.

"Ini berusaha kabur waktu aku periksa rupanya tidak ada identitas lengkap," kata salah satu anggota kepada Iptu Adirawa Kanit Patroli yang langsung memimpin razia Pekat Musi. (sta)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau