JAKARTA, SELASA - Noorsyaidah, wanita yang sempat menggegerkan warga Kalimantan Timur bahkan dunia, akibat penyakit aneh yang dideritanya selama 17 tahun, dengan kawat yang tumbuh di bagian perutnya, Selasa (14/10), bertolak ke Jakarta.
Warga Bukit Pelangi, RT 27, Desa Teluk Lingga, Sangatta Utara-Kutai Timur ini, berangkat ke Jakarta atas undangan salah satu stasiun televisi swasta, Trans7 untuk menjadi bintang tamu dalam acara Empat Mata, Rabu (15/10), yang disiarkan secara langsung bersama presenter Tukul Arwana.
"Noorsyaidah memang kami undang untuk menjadi bintang tamu besok malam di Acara Empat Mata. Hari ini tadi beliau (Noorsyaidah) sudah tiba di Jakarta," ujar Anita Wulandari, Marketing Public Relation Departement Head Trans7, didampingi Linda Fitriesti, membenarkan.
Noorsyaidah yang masih tercatat sebagai guru Taman Kanak-Kanak (TK) Al Quran Sangata, Kutim ini dijemput langsung oleh pihak Trans 7 dan berangkat dari Bandara Sepinggan Balikpapan sekitar pukul, 12.40 Wita.
Fenomena penyakit aneh yang diderita Noorsyaidah, di sebagian perut dan dadanya mengeluarkan kawat besi berduri, tak henti-hentinya mengundang perhatian banyak pihak, termasuk Trans 7. Perempuan berusia 40 tahun, Rabu (15/10) malam, akan tampil menjadi bintang tamu dalam acara yang dipandu presenter kocak Tukul Arwana, pada program Empat Mata.
Perempuan yang menderita penyakit selama 17 tahun tersebut berangkat sekitar pukul 11.00 Wita, Selasa (14/10) langsung dari Sangatta, Kutai Timur (Kutim) dengan menggunakan pesawat carter Cassa milik Avia Star dari Bandara Tanjung Bara, Kutim. Selanjutnya untuk terbang ke Jakarta, Noor yang dikawal ketat seorang polisi berseragam dinas, menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 517 pada pukul 12.40 Wita.
Lilis, adik angkat Noor yang senantiasa mendampingi ke mana pun Noor pergi, termasuk keberangkatan Noor ke Jakarta tersebut, saat dikonfirmasi mengungkapkan, Noor akan tampil secara live di acara yang kerap mengundang artis papan atas Indonesia tersebut. "Yang jelas, Bu Noor tampil besok, acaranya malam seperti jadwalnya Empat Mata di Trans7," kata Lilis.
Sayangnya, Lilis tak banyak memberikan komentarnya ketika ditanyakan apakah keberangkatan Noor ke Jakarta, termasuk salah satunya melakukan pengobatan. Lilis hanya mengatakan, tak tahu-menahu soal itu, alasan dia hanya ikut mendampingi Noor.
"Nah kalau pertanyaan itu, saya tidak tahu tanya langsung ke Bu Noor. Yang pastinya itu, menurut yang saya ikuti ini adalah, Bu Noor tampil di acara Empat Mata, itu saja. Ini kami baru saja sampai di Bandara Soekarno Hatta, dan tidak tahu juga kami akan diinapkan dimana oleh mereka-mereka yang membawa kami ini," ujarnya.
Saat Tribun meminta untuk disambungkan langsung ke Noor, Lilis mengaku sedang berada di mobil yang berbeda. Sehingga dia menyarankan untuk menghubungi lagi nanti. Namun sampai berita ini diturunkan, ponsel Lilis sudah tidak aktif.
Sementara itu, menurut sumber Tribun di Samarinda, keberangkatan Noor memang sengaja diundang khusus oleh Trans7. Fenomena penyakit aneh yang diderita oleh warga Bukit Pelangi, RT 27, Desa Teluk Lingga, Sangatta Utara-Kutim itu ditampilkan, karena banyaknya permintaan pemirsa dijadikan bintang tamu di Empat Mata.
"Memang prosedurnya melalui persetujuan Pemkab Kutim, tapi tujuan utamanya adalah memang untuk kepentingan acara Empat Mata di Trans7," kata sumber yang enggan dikorankan namanya itu.
Menurutnya, Noor bersama Lilis diinapkan di Hotel Maharaja, Jalan Mampang, Jakarta Selatan, tidak jauh dari studio Trans 7. Hotel itu adalah yang menjadi langganan TransTV dan Trans7 menginapkan para tamunya, ketika akan ditampilkan dalam sebuah acara di dua televisi swasta tersebut. (aid/sis)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang