Salah, Jika Anak Masuk SD Harus Bisa Baca

Kompas.com - 19/10/2008, 14:35 WIB

YOGYAKARTA, MINGGU — Persyaratan calon siswa sekolah dasar (SD) harus bisa membaca dan menulis merupakan kebijakan yang salah dan syarat ini tidak boleh diberlakukan.

"Itu kebijakan yang salah dan persyaratan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggara pendidikan tidak mau repot, maunya terima jadi," kata pemerhati pendidikan di Yogyakarta, Dr Rochmat Wahab, Minggu (19/10).

Menurutnya, dengan persyaratan atau kebijakan seperti itu menjadi bukti, penyelenggara pendidikan memiliki kepentingan sendiri. Tes yang seharusnya dilakukan penyelenggara pendidikan dasar untuk menyeleksi calon siswa adalah tes kesiapan mengikuti pendidikan, bukan tes kemampuan membaca dan menulis.

Rochmat yang penjabat Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengatakan, bentuk kesiapan belajar seorang anak dapat diketahui dari kemampuan yang mereka miliki, seperti dari menggambar atau berbicara, tidak harus dari kemampuan membaca dan menulis.

Anak yang sudah siap belajar atau mengikuti pendidikan memiliki kemampuan yang lebih baik daripada yang belum, misalnya dari tarikan garis saat menggambar atau dari jawaban-jawaban yang mereka berikan saat diajak berbicara. "Membaca, tidak hanya diterjemahkan dalam membaca huruf-huruf, tetapi juga simbol-simbol atau kode yang ada di lingkungan sekitar mereka," katanya.

Ia mencontohkan, anak yang sudah siap mengikuti pendidikan mampu membedakan siang atau malam hanya dari gambar yang mengilustrasikan kedua kondisi itu, bukan dari susunan huruf yang membentuk kata "siang" ataupun "malam".

Ada dampak buruk yang akan dialami anak yang mendapat paksaan agar bisa membaca dan menulis saat mereka belum siap. "Bisa saja pada saat SD kelas I atau II mereka sangat pandai, tetapi mengalami kondisi yang berkebalikan saat memasuki SMP," katanya.

Dalam pendidikan anak usia dini, pengembangan yang perlu ditekankan adalah kemampuan motorik, berbicara, dan berkomunikasi, termasuk cara untuk mengekspresikan diri sehingga memacu sisi kreativitas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau