Laporan Wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, MINGGU - Partai Golkar menyatakan diri siap berkoalisi secara permanen dan secara jangka panjang dengan partai politik lain atas dasar komitmen bersama yang kuat dan kokoh. Partai Golkar juga menyatakan diri akan menjadi mitra dan kawan seiring dan seperjalanan yang nyaman bagi kekuatan politik manapun mewujudkan cita-cita nasional.
Kesiapan Partai Golkar untuk berkoalisi didasari dengan keinginan menciptakan pemerintahan yang kuat, efektif dan stabil. Namun, dengan memprasyaratkan adanya dukungan politik yang kuat dan tercermin dalam lembaga legislatif hasil pemilu.
Demikian pernyataan politik Partai Golkar yang dibacakan oleh calon legislatif Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara Meutia Hafidz, saat penutupan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) ke-IV dan hari ulang tahun ke-44 Partai Golkar di Jakarta Convention Centre, Minggu (19/10) malam. "Dalam era demokrasi multipartai, perlu digalang koalisi agar muncul kekuatan politik mayoritas dalam Pemilu 2009," ujar Meutia Hafidz.
Beberapa hari sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI-Perjuangan Taufik Kiemas sudah menawarkan koalisi permanen kepada Partai Golkar. Apabila PDI-Perjuangan dan Partai Golkar bberkoalisi, kedua partai tersebut dinilai akan mendapatkan kemenangan.
Penutupan Rapimnas dipimpin oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla dan dihadiri oleh Agung Laksono dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Surya Paloh serta petinggi Partai Golkar lainnya.
Sementara, mengenai penetapan calon presiden, Partai Golkar tetap mengacu pada Rapimnas ke-III, yang merekomendasikan penetapan capres Partai Golkar dilakukan setelah Pemilu Legislatif 2009 dengan tetap memberikan prioritas dan kesempatan pertama kepada kader-kader terbaik Partai Golkar.
Terhadap pelaksanaan Pemilu 2009, Partai Golkar memposisikan sebagai tahap terakhir transisi dari demokrasi Indonesia. "Pemilu 2009 adalah momentum untuk mengembangkan demokrasi demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," tambah Meutia Hafidz.
Dalam penyataan politiknya, Partai Golkar secara khusus juga menyoroti hasil pemlihan langsung kepala daerah (Pilkada) Maluku Utara. "Secara khusus, atas nama hukum dan keadilan, Partai Golkar mendukung langkah-langkah hukum berikutnyan yang masih mungkin dalam penyelesaian persoalan pilkada Maluku Utara dan persoalan lainnya," ujar Meutia, seraya meminta aparat hukum dan lembaga yudikatif bekerja secara profesional sesuai dengan prinsip keadilan.
Adapun untuk pemerintahan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dirinya, Partai Golkar memandang bahwa pemerintahan dinilai solid dan efektif, jauh dari konflik internal. "Partai Golkar menegaskan kembali komitmennya untuk tetap mendukung secara kritis, obyektif dan proporsinal hingga akhir masa jabatan Oktoer 2009," lanjut Meutia.
Komitmen terhadap pemberantasan korupsi, tambah Meutia, Partai Golkar berkomitmen untuk mewujudkan ata pemerintahan yang baik, bersih dan efektif dengan mendukung keterbukaan dan akuntabilitas publik. "Apakah lembaga eksekutif, legislaltif dan yudikatif serta mendukung penuh pemberantasan tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu dan tebang pilih yang dimulai dari tubuh Partai Golkar sendiri," demikian Meutia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang