Golkar Siap Berkoalisi dengan Partai Lain

Kompas.com - 19/10/2008, 23:44 WIB

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, MINGGU - Partai Golkar menyatakan diri siap berkoalisi secara permanen dan secara jangka panjang dengan partai politik lain atas dasar komitmen bersama yang kuat dan kokoh. Partai Golkar juga menyatakan diri akan menjadi mitra dan kawan seiring dan seperjalanan yang nyaman bagi kekuatan politik manapun mewujudkan cita-cita nasional.

Kesiapan Partai Golkar untuk berkoalisi didasari dengan keinginan menciptakan pemerintahan yang kuat, efektif dan stabil. Namun, dengan memprasyaratkan adanya dukungan politik yang kuat dan tercermin dalam lembaga legislatif hasil pemilu.

Demikian pernyataan politik Partai Golkar yang dibacakan oleh calon legislatif Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan Sumatera Utara Meutia Hafidz, saat penutupan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) ke-IV dan hari ulang tahun ke-44 Partai Golkar di Jakarta Convention Centre, Minggu (19/10) malam. "Dalam era demokrasi multipartai, perlu digalang koalisi agar muncul kekuatan politik mayoritas dalam Pemilu 2009," ujar Meutia Hafidz.

Beberapa hari sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI-Perjuangan Taufik Kiemas sudah menawarkan koalisi permanen kepada Partai Golkar. Apabila PDI-Perjuangan dan Partai Golkar bberkoalisi, kedua partai tersebut dinilai akan mendapatkan kemenangan.

Penutupan Rapimnas dipimpin oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla dan dihadiri oleh Agung Laksono dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Surya Paloh serta petinggi Partai Golkar lainnya.

Sementara, mengenai penetapan calon presiden, Partai Golkar tetap mengacu pada Rapimnas ke-III, yang merekomendasikan penetapan capres Partai Golkar dilakukan setelah Pemilu Legislatif 2009 dengan tetap memberikan prioritas dan kesempatan pertama kepada kader-kader terbaik Partai Golkar.

Terhadap pelaksanaan Pemilu 2009, Partai Golkar memposisikan sebagai tahap terakhir transisi dari demokrasi Indonesia. "Pemilu 2009 adalah momentum untuk mengembangkan demokrasi demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," tambah Meutia Hafidz.

Dalam penyataan politiknya, Partai Golkar secara khusus juga menyoroti hasil pemlihan langsung kepala daerah (Pilkada) Maluku Utara. "Secara khusus, atas nama hukum dan keadilan, Partai Golkar mendukung langkah-langkah hukum berikutnyan yang masih mungkin dalam penyelesaian persoalan pilkada Maluku Utara dan persoalan lainnya," ujar Meutia, seraya meminta aparat hukum dan lembaga yudikatif bekerja secara profesional sesuai dengan prinsip keadilan.

Adapun untuk pemerintahan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama dirinya, Partai Golkar memandang bahwa pemerintahan dinilai solid dan efektif, jauh dari konflik internal. "Partai Golkar menegaskan kembali komitmennya untuk tetap mendukung secara kritis, obyektif dan proporsinal hingga akhir masa jabatan Oktoer 2009," lanjut Meutia.

Komitmen terhadap pemberantasan korupsi, tambah Meutia, Partai Golkar berkomitmen untuk mewujudkan ata pemerintahan yang baik, bersih dan efektif dengan mendukung keterbukaan dan akuntabilitas publik. "Apakah lembaga eksekutif, legislaltif dan yudikatif serta mendukung penuh pemberantasan tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu dan tebang pilih yang dimulai dari tubuh Partai Golkar sendiri," demikian Meutia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau