Liburan 10 hari, pemain psm harus tetap latihan

Raja: Fisik Pemain Menurun, Saya Akan Berikan Sanksi

Kompas.com - 21/10/2008, 18:43 WIB

MAKASSAR, SELASA - Pemain PSM Makassar tampaknya tidak bisa menikmati liburan selama 10 hari dengan bersantai. Hari perdana latihan, pelatih Raja Isa bin Raja langsung memeriksa semua kondisi fisik pasukannya.

"Kalau ada yang (fisik) menurun meski sedikit akan ada sanksinya. Kalau mereka itu pilar, saya pasti tidak akan memasangnya di dua pertandingan melawan Persitara (12/11) dan Persib (15/11)," tegas Raja kepada Tribun.

Menurut Raja, sanksi tersebut bukan hanya berlaku untuk dua partai sisa di putaran pertama Liga Super Indonesia 2008/2009 ini. Akan tetapi, sanksi tersebut juga berlanjut untuk putaran kedua.

"Saya sangat serius. Jadi, pemain jangan coba-coba mau santai terus. Saya mau lihat siapa di antara pemain yang betul- betul serius latihan selama liburan atau tidak. Ini semacam homework (pekerjaan rumah) pemain. Kalau yang fisiknya menurun dari pemain muda (cadangan), saya tidak akan memberinya kesempatan tampil," tambah pria berusia 42 tahun ini.

Raja meliburkan tim besutannya mulai 19 Oktober seusai melakoni empat tur di Jawa. Pemain diminta masuk pada 31 Oktober mendatang.

"Tanggal 31 Oktober baru berkumpul. Tanggal 1 November barulah saya akan memeriksa fisik pemain. Saya sudah meminta tim medis mengecek semua kondisi pemain. Kita sudah punya data basenya. Yang jelas, fisik tidak boleh menurun," ujarnya.

Kendati meliburkan pemain, Raja tetap membebani pemain untuk rutin berlatih sendiri. Agar pemain tidak berlatih sembarangan, pria asal Malaysia ini memberikan program latihan yang harus dilakukan selama liburan.

"Program yang saya berikan itu sudah ada bentuk materi latihannya. Kalau pemain tidak latihan sehari atau latihan tetapi caranya tidak betul, maka hasilnya pasti akan kelihatan," jelasnya.

Raja Ingin ke Jayapura

Sementara itu, Raja punya rencana untuk mengisi liburan dengan menyaksikan langsung bigmatch Persipura Jayapura vs Persiwa Wamena, Sabtu (25/10). Dia mengaku tak ingin melewatkan derby bergengsi tersebut.

"Saya mau nonton pertandingan itu. Rugi rasanya kalau melewatkan pertandingan dua tim papan atas ini. Apalagi, PSM masih libur latihan," kata Raja.

Rencanannya, pria asal Malaysia ini terbang ke Jayapura pada 24 Oktober nanti. "Saya berangkat sendirian. Kalau tidak ada halangan, Insya Allah besoknya langsung balik ke Makassar," ujarnya.

Sebelum berlabuh ke PSM pada 24 Agustus lalu, Raja merupakan pelatih tim berjuluk Mutiara Hitam. Namun, ia terpaksa mundur dari Persipura setelah dipukul oleh oknum suporter di sela-sela menjamu Persijap Jepara di Jayapura.

Selama beberapa pekan, Persipura berkibar di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia 2008/2009. Saat ini, Persipura mengantongi poin 36 poin dari 16 kali berlaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau