NANNING, SELASA - Pemerintah China akan membahas rencana penanaman modal negara itu dengan wakil-wakil negara anggota ASEAN dalam pertemuan bisnis dan investasi ke-5 (China-ASEAN Business and Investment Conference - CABIS) yang akan dilangsungkan di Nanning, Guangxi, Rabu (22/10) besok. "Dalam pertemuan ini wakil-wakil dari China dan ASEAN menyampaikan peluang investasi di negara masing-masing kepada pengusaha kedua belah pihak," tutur Wagub wilayah otonomi khusus Guangxi, Li Jinzao kepada wartawan di Nanning, Selasa (21/10).
CABIS ke-5 akan dilangsungkan bersamaan dengan Pameran Dagang China-ASEAN (CAEXPO ke-5) yang diikuti 3.300 stan berasal dari 10 negara ASEAN dan tuan rumah, China. Indonesia yang berada di Hall 13 bersama Myanmar diwakili 65 stan yang menampilkan berbagai produk seperti kerajinan (kayu, rotan dan anyaman), meubelair, sarang burung walet dan rempah-rempah.
Jinzao lebih jauh mengemukakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data mutakhir mengenai peluang investasi dan kebijakan di masing-masing negara mitra mengenai sekitar 200 proyek di Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam. Proyek-proyek investasi yang akan ditanamkan termasuk pembangunan infrastruktur, enginering, tenaga listrik, pertambangan dan metalurgi, produk hitech dan industri kimia.
Dalam CABIS ke-5, menurut Jinzao, Menteri Perdagangan dan Industri China dan menteri-menteri lainnya juga akan menandatangani naskah kesepakatan pemberian bantuan dan berbagai proyek kerjasama dengan wakil-wakil negara-negara ASEAN. Namun, ia tidak merinci lebih jauh bentuk kongkret naskah kerjasama yang akan ditandatangani nanti.
Jinzao pada bagian lain mengemukakan bahwa dalam upaya meningkatkan kerjasama ekonomi antara negaranya dengan ASEAN, pihaknya akan memperbarui data base lebih dari dua juta perusahaan China dan perusahaan dari negara-negara ASEAN serta menyediakan data sepanjang hari (365 hari setahun) menyangkut upaya peningkatan kerjasama ekonomi bagi kedua belah pihak. Mengenai CAEXPO, Jinzao mengemukakan bahwa mata dagangan yang dipamerkan adalah produk-produk yang memiliki peluang dan potensi tinggi untuk dijual di pasar China maupun di negara-negara ASEAN seperti elektronika, furnitur, permata, batu berharga, minyak sawit, material pembangunan dan alat-alat berat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang