JAKARTA, KAMIS - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin mengatakan bahwa organisasi Persyarikatan Muhammadiyah tidak akan mencalonkan seseorang sebagai presiden atau wakil presiden dalam pemilu mendatang.
"Termasuk kalau saya direlakan oleh Muhammadiyah untuk mencalonkan diri dalam pilpres mendatang, maka tidak perlu Muhammadiyah sebagai organisasi mengeluarkan pernyataan dukungan," ujar Din di Jakarta, Kamis (23/10).
Menurut Din, warga Muhammadiyah memang menjaga kedekatan yang sama dengan seluruh partai politik. Karena itu, kalau ada yang memberikan dukungan terhadap seseorang dalam pencalonan presiden, maka dukungan itu sifatnya pribadi.
Ditanya tentang kesediaan untuk menjadi presiden, Din mengatakan, saat ini sudah ada dua partai politik yang meminta kesediaan dirinya untuk dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden pada pilpres mendatang. Kedua partai itu adalah Partai Matahari Bangsa dan Partai Buruh Indonesia.
"Kalau ditanya kesediaan, saya katakan insya Allah bersedia. Namun, semuanya kan masih belum bisa diputuskan saat ini. Masih melihat hasil pemilu legislatif. Bahkan, UU nya pun belum selesai dibuat," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang