Muhammadiyah tak Akan Calonkan Presiden

Kompas.com - 23/10/2008, 17:51 WIB

 

JAKARTA, KAMIS - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin mengatakan bahwa organisasi Persyarikatan Muhammadiyah tidak akan mencalonkan seseorang sebagai presiden atau wakil presiden dalam pemilu mendatang.

"Termasuk kalau saya direlakan oleh Muhammadiyah untuk mencalonkan diri dalam pilpres mendatang, maka tidak perlu Muhammadiyah sebagai organisasi mengeluarkan pernyataan dukungan," ujar Din di Jakarta, Kamis (23/10).

Menurut Din, warga Muhammadiyah memang menjaga kedekatan yang sama dengan seluruh partai politik. Karena itu, kalau ada yang memberikan dukungan terhadap seseorang dalam pencalonan presiden, maka dukungan itu sifatnya pribadi.

Ditanya tentang kesediaan untuk menjadi presiden, Din mengatakan, saat ini sudah ada dua partai politik yang meminta kesediaan dirinya untuk dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden pada pilpres mendatang. Kedua partai itu adalah Partai Matahari Bangsa dan Partai Buruh Indonesia.

"Kalau ditanya kesediaan, saya katakan insya Allah bersedia. Namun, semuanya kan masih belum bisa diputuskan saat ini. Masih melihat hasil pemilu legislatif. Bahkan, UU nya pun belum selesai dibuat," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau