Desah Mobil Goyang ala Bangkalan

Kompas.com - 25/10/2008, 10:56 WIB

BANGKALAN, SABTU - Suasana asyik masyuk penuh birahi membuat telinga Mat Su'ie (34) dan Suhayati (31) tersumbat dan tidak waspada. Mereka tidak sadar pergumulan badan di dalam mobil angkutan umum Suzuki Carry sudah diawasi orang sekampung. Kejadian menggelikan itu berlangsung Kamis (23/10), sekitar pukul 17.45 itu, tepatnya di Jl Raya Tengkel, Kecamatan Burneh, Bangkalan.

Mulanya warga di sekitar lokasi itu curiga melihat sebuah mobil angkutan diparkir lama di pinggir jalan dengan jendela tertutup. Mereka semakin curiga ketika mobil itu terlihat bergoyang-goyang.

Meski sudah mendekat, warga tidak bisa langsung melihat ke dalam mobil itu karena kacanya gelap. Namun, samar-samar terdengar suara pria dan wanita bercakap-cakap. Cuma, mereka juga tidak bisa menangkap isi pembicaraan itu. Mereka semakin curiga dan melapor ke Polsek Burneh yang tidak jauh dari situ.

Petugas pun segera datang dengan berjalan kaki, karena memang letaknya hanya sekitar 20 meter dari situ. Mobil pun masih bergoyang ketika para polisi itu datang. Polisi langsung memeriksa dari balik kaca. Polisi lebih beruntung, karena bisa langsung melihat sepasang pria dan wanita bergumul di dalam mobil itu.

Butuh ketukan keras berulang-ulang sampai sejoli itu membuka pintu dan keluar. Betapa kaget mereka, ketika melihat ada polisi dan puluhan warga mengerumuni mobil itu. Wajah mereka pucat pasi dengan rambut awut-awutan dan baju belum terkacing sempurna.

Mereka pun diminta menunjukkan KTP. Dari situ diketahui, bahwa Mat Su'ie beralamat di Kampung Koalas, Desa Kesek, Kecamatan Labang, Bangkalan. Sedangkan Suhayati tercatat sebagai warga Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Keduanya sama-sama sudah menikah dan punya dua anak.

Namun, di hadapan polisi dan warga mereka membantah berbuat mesum di dalam mobil. “Benar Pak, kami berdua di dalam mobil tidak berbuat apa-apa. Kami hanya ngobrol biasa,” kata Mat Su'ie. Dengan wajah sangat memelas, ia minta tidak dibawa ke kantor polisi.

Namun permintaan itu tidak digubris dan dengan disaksikan warga sekitar, mereka digiring polisi ke Mapolres Bangkalan untuk dimintai keterangan. Di hadapan petugas, Mat Su'ie mengaku wanita itu penumpangnya yang baru pulang dari kerabatnya di Burneh, hendak diantarkan ke rumahnya ke Kamal.

Ketika ditanya kenapa kancing keduanya terbuka dan keduanya terlihat bergumul di dalam mobil, Mat Su'ie dan Suhayati tidak menyahut. Mereka hanya berkata lirih dengan kepala tertunduk, minta tidak ditahan.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, Bangkalan, Iptu Sulaiman, mengatakan, keduanya diperiksa di mapolres lantaran ketahuan berbuat mesum di tempat umum. Untuk mengetahui dan memastikan keduanya bersetubuh, Suhayati dimintakan visum ke RSUD Bangkalan.st30

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau