Longsor di Jalur Trans Sulawesi

Kompas.com - 26/10/2008, 16:37 WIB

PARIGI, MINGGU  - Arus lalu lintas di Jalur trans Sulawesi khususnya di daerah Kebun Kopi tersendat akibat longsor di beberapa titik dan pohon tumbang. Hal ini disebabkan cuaca buruk dan hujan deras yang turun di daerah Palu dan Parigi hampir sebulan terakhir.

Pantauan di Kebun Kopi yang masuk wilayah Kabupaten Donggala hingga sekitar perbatasan Donggala dan Kabupaten Parigi, Minggu (26/10) menunjukkan hal ini.

Di beberapa titik yang longsor, pengendara harus berhenti antara satu-dua jam menunggu petugas membersihkan longsoran berupa tanah dan batu. Di titik lainnya, kendaraan harus melambat akibat pohon tumbang. Belum lagi jalan yang tertutup tanah becek dan terendam air.

Sepanjang Minggu pagi hingga sore, hujan disertai angin kencang dan kabut hampir tak pernah berhenti. Tak pelak kemacetan tidak bisa dihindarkan. Antrian kendaraan mencapai panjang 500 meter hingga satu kilometer. Di sekitar Uwentira, salah satu titik longsor di Kebun Kopi, petugas harus menutup jalan setiap dua jam, untuk membersihkan longsoran. Sementara di titik lainnya jalur ditutup setiap satu jam.

Sejumlah petugas menggunakan mobil pengeruk terus membersihkan longsoran dari tebing, yang jatuh hampir setiap saat. ''Saya sudah dari tadi menunggu disini. Pas saya tiba disini, petugas baru saja menutup jalan. Jadi terpaksa menunggu dua jam, baru bisa dibuka lagi. Tapi sekitar dua kilometer dari sini, ada pembersihan longsoran juga dan jalannya ditutup setiap satu jam,'' ujar Sherly (35), pengendara motor dari Palu menuju Parigi.

Kebun Kopi, wilayah yang masuk Kabupaten Donggala adalah wilayah yang menghubungkan Kota Palu- Kabupaten Parigi. Daerah ini juga menjadi jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Makassar (Sulsel)-Palu (Sulteng, Gorontalo-Palu, Manado (Sulut)-Palu. Kebun Kopi adalah daerah pegunungan dengan jalan yang satu sisinya berbatasan dengan tebing dan sisi lainnya adalah lembah.

Kendati jalannya berkelok-kelok dan kerap longsor, banyak pengendara yang lebih memilih menggunakan jalur ini karena waktu tempuhnya lebih singkat, dibanding menggunakan jalur Pantai Barat, Kabupaten Donggala.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau