JAKARTA, SELASA - Krisis keuangan di Amerika Serikat, yang juga berimbas ke Eropa dan beberapa negara Asia, telah mengakibatkan permintaan mobil di seluruh dunia menurun. Akibatnya, pabrikan mobil di Amerika Serikat dan Eropa menghentikan produksi untuk sementara, satu dua bulan, hingga keadaan membaik kembali. Malah ada yang telah merumahkan sebagian pekerjanya.
Efek dari Krisis ekonomi global tak disangka industri mobil yang terimbas duluan. Namun, Kepala Penjualan dan Pemasaran Toyota Motor Eropa Thierry Dombreval mengatakan, ”Sesungguhnya kami tak mengira penjualan mobil turun secepat ini.”
Walaupun para pemimpin tertinggi di perusahaan pembuat mobil terkemuka dunia mengakui bahwa keadaan saat ini sangat parah. Mereka mengatakan akan bangkit dari resesi dengan lebih kuat dari sebelumnya.
”Jika menggunakan istilah sepeda motor, ketika Anda memasuki tikungan, Anda tidak melihat ke dalam tikungan. Anda akan melihat ke arah mana Anda akan berada setelah keluar dari tikungan,” kata Ian Robertson, anggota Dewan Direktur BMW yang bertanggung jawab atas pemasaran dan penjualan.
Pertama-tama, sektor otomotif harus bersiap-siap pada tahun 2009, yang diperkirakan akan lebih berat daripada tahun ini. ”Konsumen banyak yang mengandalkan pinjaman, dan penciutan pinjaman akan memberi pengaruh pada seluruh pasar,” kata John Fleming, Presiden dan Ketua Eksekutif Ford Eropa. ”Penjualan turun dan pasar melunak.”
Belum diketahui apakah krisis keuangan tersebut akan memengaruhi penjualan mobil di Indonesia secara keseluruhan, khususnya dalam tiga bulan terakhir pada tahun 2008 ini.
Ada perkiraan bahwa yang terkena adalah penjualan mobil pada kisaran harga Rp 300 juta. Adapun pada penjualan mobil di bawah Rp 300 juta, terutama pada kisaran harga Rp 150 juta sampai Rp 200 juta, yang merupakan segmen penjualan terbesar di Indonesia, masih akan aman. Namun, beberapa kalangan meragukannya mengingat sebagian besar pembelian mobil di segmen tersebut dilakukan dengan pinjaman bank atau lembaga keuangan lain.
Itu sebabnya, jika pinjaman untuk membeli mobil diciutkan, diperkirakan pembelian mobil pada kisaran harga Rp 150 juta sampai Rp 200 juta pun akan terimbas.
Masih aman-aman
Jika melihat data yang dikeluarkan Gaikindo pada akhir September lalu, bisa dikatakan penjualan mobil masih aman-aman saja. Belum diketahui bagaimana hasil penjualan mobil pada bulan Oktober yang akan segera berakhir, apalagi pada bulan November dan Desember.
Sampai akhir September 2008, Toyota Avanza masih tetap mempertahankan reputasinya sebagai mobil yang paling laris sejak diluncurkan pertama kali pada 11 Desember 2003, dengan penjualan sebanyak 60.104 unit. Saudara kembarnya, Daihatsu Xenia, berada di urutan kedua dengan penjualan sebanyak 22.908 unit.
Toyota Rush pun mengungguli saudara kembarnya, Daihatsu Terios, dengan penjualan sebesar 11.336 unit. Namun, tidak seperti pada Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang penjualannya terpaut jauh, penjualan Daihatsu Terios hanya kalah tipis. Daihatsu Terios terjual sebanyak 11.123 unit atau hanya terpaut 213 unit.
Suzuki APV terjual sebanyak 15.694 unit, sedangkan saudaranya, yang serupa tetapi tak sama, Mitsubishi Maven, hanya terjual sebanyak 462 unit. Pendatang baru di segmen minibus, Daihatsu Gran Max yang diluncurkan pertengahan November 2007, terjual sebanyak 11.168 unit dari Januari sampai September 2008.
Mobil terlaris kedua adalah Toyota Kijang Innova, yang rentang produknya sangat lebar, dengan penjualan sebanyak 40.087 unit. Adapun pendatang baru, Nissan Grand Livina, terjual sebanyak 12.863 unit. Terbatasnya kapasitas produksi membuat Nissan Grand Livina tidak dapat menjual produknya lebih banyak.
Di segmen hatchback subkompak, penjualan Honda Jazz terdongkrak oleh kehadiran Honda Jazz Generasi II menjadi 18.556 unit. Di belakangnya, antara lain, adalah Toyota Yaris (9.213 unit), Nissan Livina (6.712 unit), dan Hyundai New Getz (125 unit).
Di segmen sedan subkompak, Toyota Vios dengan penjualan sebanyak 4.221 unit, mengalahkan Honda City dengan penjualan sebanyak 3.879 unit, yang generasi III-nya akan masuk bulan November mendatang. Sedangkan di segmen sedan kompak, Honda Civic (2.802 unit) mengalahkan Toyota Altis (2.516 unit). Di bawahnya, Mitsubishi Lancer (162 unit) dan Ford Focus (90 unit).
Segmen sport utility vehicle (SUV) midsize adalah segmen lain yang cukup banyak penjualannya. Honda CR-V menempati urutan teratas dengan penjualan sebanyak 14.597 unit, diikuti Suzuki Grand Vitara (5.193 unit), Nissan XTrail (2.777 unit), Chevrolet Captiva (1.357 unit), Ford Escape (346 unit), Chery Tiggo (244 unit), KIA Sportage II (90 unit), Mazda Tribute (69 unit), dan Hyundai Tucson (30 unit).
Mobil penumpang (passenger car) Korea Selatan yang penjualannya terbanyak di negeri ini adalah Hyundai Avega, yang berkategori liftback, dengan penjualan sebanyak 2.244 unit. (JL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang