Kilang Balongan Meledak, Enam Orang jadi Korban

Kompas.com - 28/10/2008, 22:20 WIB

INDRAMAYU, SELASA - Reaktor Atmosphery Residu Hydro de Metalizer di Kilang Balongan milik PT Pertamina Unit Pengolahan VI meledak. Akibatnya, enam pegawai jadi korban, juga ada orang yang mengalami syok.

Sampai Selasa (28/10) malam, belum diketahui penyebab utama ledakan tersebut. Empat korban masih dirawat inap di Rumah Sakit Bumi Patra Pertamina, diantaranya Daryo (18), Carli (40), Danudi (20), dan Johanes. Sementara dua korban yang sempat dibawa ke rumah sakit hanya lakukan rawat jalan.

Menurut Sayati, kerabat Daryo, saudaranya mengalami luka bakar di bagian tangan, dada, leher, dan kepala. "Dia mengeluh panas dan sakit. Tetapi sekarang sudah berkurang setelah diberi salep dan obat," kata Sayati.

Menurut Carli, korban lainnya, ledakan terjadi saat dia sedang istirahat. Untungnya, ledakan hanya menyebabkan siku tangan kirinya terbakar. Sayangnya, dia tidak melihat pasti asal ledakan dari tabung atau bagian reaktor yang mana.

Selain luka bakar, umumnya korban mengalami syok dan gangguan pendengar karena suara ledakan yang keras.

"Sebelum dibawa ke rumah sakit, kami dibawa ke klinik lebih dulu. Ada banyak pegawai lain yang masuk klinik dan mengalami syok karena suara ledakan yang keras," ujar Carli.

Sampai malam hari, setelah Kepolisian Resor Indramayu melakukan olah tempat kejadian perkara, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina. Untuk sementara, ledakan diduga berasal dari Reaktor Atmosphery Residu Hydro de Metalizer saat penggantian katalis atau change out catalist.

Penyebabnya, sisa tekanan gas yang tinggi dan perbedaan temperatur dari vassel (tempat menampung sisa minyak mentah) saat akan dibersihkan. Diperkirakan ledakan itu akan memengaruhi proses pengolahan minyak di UP VI Balongan.

Namun, hal itu belum ada pernyataan resmi dari Pertamina. (THT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau