Tersangka Teroris Meninggal di RS Polri

Kompas.com - 29/10/2008, 11:18 WIB

JAKARTA, RABU — Budiman, tersangka kasus terorisme yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri di Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (21/10), meninggal dunia di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Dia meninggal dunia tadi pagi setelah shalat subuh," kata pengacara dari Tim Pembela Muslim, Achmad Micdan, di Jakarta, Rabu (29/10).

Ia mengatakan, penyebab kematian hingga kini belum dapat dipastikan, tetapi sebelum ditangkap polisi, korban sudah menderita penyakit tipes dan ginjal.

Untuk mengetahui penyebab kematian, jenazah korban akan divisum di RSCM hari ini juga. "Visum atas persetujuan keluarga korban dan tim penyidik," katanya. Visum ini dilakukan untuk menghindari berita yang simpang siur.

Sebelumnya, Polri menangkap lima orang yang diduga terlibat terorisme dalam penggerebekan di Jakarta Utara, Selasa (21/10), sedangkan dua tersangka lain dinyatakan buron.

Dari barang bukti dan dokumen yang ada, polisi meyakini bahwa mereka berencana akan meledakkan Depo Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara, yang merupakan Depo bahan bakar minyak terbesar di Indonesia.

Salah satu tersangka, Rusli Mardhani alias Wahyu Ramadhan alias Uci alias Farid alias Zulfikar, merupakan buronan kasus terorisme di Poso dan Ambon, sedangkan tersangka lain ditangkap karena ikut serta membantu Rusli, yakni Muntasir, Hasan, Budiman, dan Basari.

Di Jakarta Utara, polisi menyita barang bukti, antara lain senjata api laras pendek, amunisi, serbuk yang diduga jenis TNT, dan sejumlah dokumen.

Kelompok Rusli Mardani merupakan satu jaringan dengan terpidana teroris Abdullah Sonata yang tertangkap pada 6 Juli 2008. Sonata divonis tujuh tahun penjara karena menyembunyikan buronan teroris, Noordin M Top, dan menggalang dana untuk tindak pidana terorisme.

Selain itu, kelompok Rusli juga berhubungan erat dengan dengan kelompok teroris yang ada di Poso, Maluku, Jawa Tengah, dan Palembang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau