Laporan wartawan Kompas Herpin Dewanto Putro
SEMARANG, RABU- Stasiun Tawang di Semarang terendam banjir setelah hujan mengguyur Kota Semarang sejak Selasa (4/11) sore kemarin. Hingga Rabu (5/11) siang, air setinggi lebih 30 sentimeter masih menggenangi halaman stasiun.
Seluruh halaman parkir di depan bangunan utama stasiun terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa. Sebagian besar calon penumpang takut membawa kendaraannya masuk. Beberapa calon penumpang yang tidak membawa kendaraan terpaksa menggunakan jasa becak untuk masuk ke dalam stasiun.
Air setinggi 2-5 sentimeter juga menggenangi loket tiket dan peron. Para calon penumpang pun terpaksa memasuki stasiun sambil membuka sepatu.
Meski demikian, semua jalur kereta masih berfungsi karena jalur rel tidak terendam air. Namun, beberapa kereta yang berangkat dari Semarang pukul 08.00 terpaksa ditunda keberangkatannya selama 10 menit.
"Kereta kami perlambat supaya para calon penumpang tidak ketinggalan," kata Amin Sugiyanto, Staff Kepala Stasiun Tawang. Ia memprediksi kemacetan lalu lintas dan banjir menyebabkan perjalanan calon penumpang menuju ke stasiun terganggu.
Pihak stasiun mengantisipasi banjir ini dengan memasang 60 papan kayu yang berguna sebagai jalan bagi penumpang menuju ke peron. Selain itu, mereka memasang dua buah pompa air untuk menyedot genangan banjir. "Tetapi pompa itu tidak bisa maksimal karena air terus mengalir masuk ke stasiun," kata Amin. Pompa semakin tidak maksimal jika air laut pasang sehingga menambah volume air.
Sandy (33), salah satu penumpang kereta tujuan Jakarta, mengaku kecewa. "Ini sangat fatal karena banyak yang menggunakan jasa kereta. Semoga ada perbaikan di stasiun," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang