Stasiun Tawang Kebanjiran

Kompas.com - 05/11/2008, 15:39 WIB

Laporan wartawan Kompas Herpin Dewanto Putro

SEMARANG, RABU- Stasiun Tawang di Semarang terendam banjir setelah hujan mengguyur Kota Semarang sejak Selasa (4/11) sore kemarin. Hingga Rabu (5/11) siang, air setinggi lebih 30 sentimeter masih menggenangi halaman stasiun.

Seluruh halaman parkir di depan bangunan utama stasiun terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa. Sebagian besar calon penumpang takut membawa kendaraannya masuk. Beberapa calon penumpang yang tidak membawa kendaraan terpaksa menggunakan jasa becak untuk masuk ke dalam stasiun.

Air setinggi 2-5 sentimeter juga menggenangi loket tiket dan peron. Para calon penumpang pun terpaksa memasuki stasiun sambil membuka sepatu.

Meski demikian, semua jalur kereta masih berfungsi karena jalur rel tidak terendam air. Namun, beberapa kereta yang berangkat dari Semarang pukul 08.00 terpaksa ditunda keberangkatannya selama 10 menit.

"Kereta kami perlambat supaya para calon penumpang tidak ketinggalan," kata Amin Sugiyanto, Staff Kepala Stasiun Tawang. Ia memprediksi kemacetan lalu lintas dan banjir menyebabkan perjalanan calon penumpang menuju ke stasiun terganggu.

Pihak stasiun mengantisipasi banjir ini dengan memasang 60 papan kayu yang berguna sebagai jalan bagi penumpang menuju ke peron. Selain itu, mereka memasang dua buah pompa air untuk menyedot genangan banjir. "Tetapi pompa itu tidak bisa maksimal karena air terus mengalir masuk ke stasiun," kata Amin. Pompa semakin tidak maksimal jika air laut pasang sehingga menambah volume air.

Sandy (33), salah satu penumpang kereta tujuan Jakarta, mengaku kecewa. "Ini sangat fatal karena banyak yang menggunakan jasa kereta. Semoga ada perbaikan di stasiun," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau